Tips Ampuh Mengurangi Ketakutan Berbicara di Depan Umum

Tips Ampuh Mengurangi Ketakutan Berbicara di Depan Umum
Tips Ampuh Mengurangi Ketakutan Berbicara di Depan Umum

Salah satu cara terbaik dan paling manjur untuk mengurangi stress dan ketakutan ketika akan tampil di depan banyak orang untuk menyampaikan materi anda adalah dengan melakukan presentasi tipuan, atau sederhananya latihan presentasi. Latihan, latihan, dan latihan adalah cara terbaik untuk mampu memunculkan rasa kepercayaan diri, dan penampilan terbaik untuk menampilkan materi anda di depan para audiens. Selain mempermudah anda mendapatkan kepercayaan diri sebagai persiapan tampil di depan para audiens, latihan juga mampu mempermudah anda untuk mengingat dan mengembangkan materi yang ingin anda sampaikan kepada para audiens anda. Mari kita bahas, hal – hal mendasar dan terstruktur untuk mempersiapkan presentasi tipuan ini.

Pertama, seringkali untuk memulai suatu presentasi menjadi tantangan tersendiri jika tidak dikatakan agak sulit. Karena itulah, paling awal yang harus anda lakukan adalah membuat dan mengingat pembukaan presentasi anda. Ini adalah hal yang krusial, anda akan mengalami betapa sulitnya untuk memulai presentasi anda, namun anda akan menemukan pula betapa mudah dan lembutnya diri anda untuk menyampaikan materi – materi berikutnya usai anda berhasil membuka presentasi anda.

Kemudian, pastikan anda mengingat poin – poin utama dari materi yang ingin anda sampaikan kepada audiens. Salah satu cara mudahnya adalah dengan membuat singkatan – singkatan yang mudah diingat berkenaan dengan poin – poin utama materi anda, kemudian biarkan diri anda mengingat singkatan – singkatan tersebut di kepala anda. Pastikan pula, anda mengingat perpindahan – perpindahan antar poin – poin materi anda (transisi). Di tiap poin, selalu ingat pilihan transisi yang telah anda sediakan untuk berpindah ke poin berikutnya. Hubungkan kalimat transisi atau perpindahan anda dengan materi berikutnya, dan anda akan menemukan betapa mudahnya untuk melanjutkan pembahasan poin materi berikutnya.

Terakhir, pastikan anda mengingat cerita – cerita yang ingin anda sampaikan kepada audiens untuk memperkaya materi yang anda sampaikan kepada audiens. Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan cara tidak membuat cerita itu sendiri, tapi gunakan cerita yang memang benar – benar anda alami dan rasakan. Cara ini akan membuat anda tidak kesulitan untuk mengingat cerita tersebut, mengenai bagaimana kejadian dan perasaan yang dirasakan pada saat itu. Karena cerita itu sendiri akan secara natural atau alami membantu anda untuk menceritakannya, berhubung ia berasal dari pengalaman dan perasaan anda sendiri.

Ketika sedang melakukan latihan atau presentasi tipuan, sangat penting bagi anda untuk melakukannya dengan tersenyum dan suara yang jelas serta keras walaupun anda sendiri ketika melakukan latihan tersebut. Percaya lah, bahwa presentasi yang anda lakukan di kepala anda (anda bayangkan) sangat berbeda dengan presentasi yang benar – benar anda lakukan.

Mensimulasikan sebuah presentasi secara nyata melalui latihan – latihan yang bisa anda lakukan ini akan membantu anda untuk membangkitkan rasa kepercayaan diri dan juga membantu anda untuk merasakan dan memahami seperti apa atmosfir atau suasana ketika anda sedang menyampaikan materi anda atau sedang melakukan presentasi tersebut.

Jika berbicara tentang simulasi, maka kita berbicara tentang melakukannya secara serius dan sebenar – benarnya layaknya presentasi sebenarnya. Tersenyumlah, gunakan sikap atau gerakan anda, bahasa tubuh, penggunaan alat bantu visual, suara, bahasa mulut anda, dan lainnya. Hal ini mungkin terlihat agak memalukan, tapi strategi ini benar – benar bisa membantu anda untuk meningkatkan energi dan antusiasme anda sendiri yang secara tidak langsung akan berpindah ketika anda menyampaikan materi anda di hari yang sebenarnya.

Ketika anda mencoba memulai mensimulasikan materi anda kepada audiens yang sebenarnya, maka cobalah ajak teman dan keluarga anda untuk menolong anda. Jika anda merasa gugup untuk berbicara di depan audiens dalam jumlah banyak, maka cobalah mulai presentasi atau berbicara di depan sekelompok kecil audiens saja. Mulailah dengan presentasi di depan ayah dan ibu anda, kemudian saudara, teman – teman, dan seterusnya. Mulai dari jumlah paling kecil hingga dalam jumlah yang besar. Pastikan anda selalu meminta masukan dan saran yang membangun mengenai presentasi dan penyampaian materi anda dari mereka secara jujur dan serius tentunya. Hal ini tentu akan sangat anda perlukan untuk terus menerus meningkatkan kualitas penyampaian materi anda sebelum benar – benar berada di depan audiens anda yang sebenarnya.

Hal lainnya yang juga penting untuk dilakukan adalah merekam latihan – latihan yang anda lakukan. Rekam dalam bentuk video jika anda bisa melakukannya. Mengapa? Cara ini akan memberikan anda kesempatan untuk melihat dengan mata kepala anda sendiri mengenai bagaimana cara anda presentasi, tentunya dengan sudut pandang sebagai seorang audiens, bukan pembicara. Dengan cara seperti ini, anda bisa mengidentifikasi kesalahan anda ketika melakukan presentasi, atau bagian – bagian yang kurang baik dan berkesan, dan lain sebagainya. Catat apa yang menurut anda perlu diperbaiki dan kembali melatihnya lagi.

Terakhir, bahasa tubuh anda penting untuk dilatih sebelum menyampaikan materi anda di depan audiens anda yang sebenarnya. Bahasa tubuh mampu membantu kita untuk bisa membuat materi lebih berkesan dan diingat oleh audiens, karena berhubungan dengan alam bawah sadar mereka. Berjalanlah dengan tegap, buatlah pandangan mata yang teratur dan berkesan, pastikan anda tersenyum, dan gunakan tubuh anda untuk menggambarkan apa yang sedang anda sampaikan kepada audiens anda. Bahkan hal ini mampu membantu anda untuk menghilangkan ketegangan selama menyampaikan materi anda.

Kesimpulannya adalah latihan, evaluasi, perbaiki, latihan lagi, evaluasi lagi, dan perbaiki lagi hingga anda yakin bahwa itulah yang terbaik yang bisa anda lakukan. Ini adalah kunci untuk suksesnya presentasi anda di depan para audiens anda. Latihan lah di depan sekelompok kecil audiens, perlahan tingkatkan jumlahnya, dan tentunya pastikan anda menerima saran, masukan dari mereka yang melihat presentasi anda. Rekam dalam bentuk video untuk latihan – latihan yang anda lakukan, dan analisa secara pribadi yang mana yang harus anda perbaiki, menetapkan style presentasi anda, menentukan poin – poin penting untuk disampaikan, dan lainnya. Tentu pastikan, anda telah melatih bahasa tubuh anda untuk membantu penyampaian materi anda menjadi lebih maksimal dan berkesan di hadapan audiens.

SEMOGA BERMANFAAT!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *