13 Kesalahan Yang Sering diLakukan Public Speaker

Kesalahan yang sering dilakukan oleh public speaker

public speaker
public speaker

Banyak orang keliru dalam memahami apa itu public speaking atau skill berbicara di depan umum. Skill ini adalah satu skill atau keahlian yang bertambah dengan latihan serta masukan – masukan jujur dari berbagai orang dan juga pengalaman. Berbicara selama 20 menit di hadapan sebuah grup yang terdiri dari berbagai macam tipe orang akan berdampak lebih banyak pada keahlian berbicara di depan umum dibanding setahun yang dihabiskan di belakang meja.

Berikut ini beberapa kesalahan terbesar yang saya ambil dari pengalaman pribadi, buku-buku yang pernah terbaca, serta pengamatan ke berbagai macam pembicara. Sangat direkomendasikan agar anda menghindari kesalahan – kesalahan terbesar dalam public speaking berikut ini :

  1. Memulai dengan muka murung tanpa senyum. Anda sendiri tentu akan merasa tidak nyaman jika anda bertemu dengan seseorang namun orang itu ‘terlihat tidak ramah’ karena bermuka murung kepada anda. Begitu pula audiens, jika anda tak tersenyum kepadanya tapi justru bermuka muram maka anda telah menghancurkan pertemuan anda tersebut semenjak awal. Tersenyumlah, dan jabat tangannya dengan penuh antusias, itu adalah sebuah penghormatan kepada mereka yang bersedia datang untuk mendengarkan apa yang ingin anda bicarakan.
  1. Meminta maaf yang tak tepat. Tidak ada larangan untuk meminta maaf, namun sangat dilarang meminta maaf di saat yang tak tepat. Anda baru memulai materi, kemudian anda meminta maaf bahwa anda belum terlalu siap, kira-kira apa yang akan terjadi? Tentu audiens akan kecewa, mereka akan berpikir, untuk apa hadir di pertemuan yang pembicara nya saja belum siap, buang-buang waktu. Yap, meminta maaf di saat yang tak tepat juga akan menghancurkan pertemuan anda tersebut semenjak awal. Terkait hal ini bisa anda baca lebih lanjut di sini.
  1. Tampilan slide power point yang ‘menyiksa’. Dalam banyak penelitian, penerimaan informasi secara visual memberikan persentase yang lebih besar daripada yang lain. Anda ingin menggunakan power point ketika menyampaikan materi anda? Maka pastikan slide pertama yang dilihat audiens bukan slide yang ‘menyiksa’ bagi audiens. Buat sebuah slide pembuka yang WOW, keren, dan berkesan hingga membuat audiens siap dan ingin segera lanjut untuk mendapatkan materi dari anda.
  1. Memulai dengan ‘rengekan’. Jangan memulai forum anda dengan sebuah sikap yang justru menjatuhkan kredibilitas anda di hadapan audiens. Sangat disarankan jangan memulai forum dengan cara yang datar, tak bersemangat dan biasa saja. Mulailah dengan sebuah ledakan, sebuah semangat, sebuah hal yang luar biasa dan berkesan. Berikan audiens cerita yang menarik, data-data yang membuat mata terbelalak, musik yang menaikkan semangat, kutipan yang menarik, dan salam yang bersemangat. Intinya sesuatu yang ‘langsung’ bisa menarik perhatian audiens.
  1. Ingin meniru gaya pembicara lain. Tak apa jika anda ingin meniru gaya pembicara lain sebagai sebuah pembelajaran, asalkan tidak 100% dan dalam waktu yang lama. Karena ketika anda mencoba meniru gaya pembicara lain dalam porsi yang berlebihan, maka ke-alami-an dari diri anda sendiri telah menghilang ketika anda bukan diri anda sendiri. Terkait hal ini telah penulis bahas panjang lebar di sini.
  1. Gagal ‘bersahabat’ dengan ruangan. Siapa saja yang datang ke pertemuan atau forum anda tentu ingin bertemu dengan anda, ingin berbagi berbagai macam hal dengan anda. Jika anda tidak menggunakan waktu yang anda sebelum forum anda dimulai untuk mengobrol dengan audiens anda, maka sejatinya anda telah kehilangan kesempatan berharga untuk menguatkan kredibilitas anda di hadapan audiens – audiens yang mungkin kebanyakan dari mereka baru anda kenal. Jangan sungkan untuk mengobrol, berbicara, dan berbagi dengan audiens – audiens anda sebelum forum di mulai, baik audiens yang sudah anda kenal ataupun belum sama sekali.
  1. Gagal menggunakan teknik relaksasi. Lakukan apapun yang bisa anda lakukan sebelum tampil dengan public speaking. Seperti mendengarkan musik, mengatur pernafasan, melakukan olahraga ringan, dan lainnya. Tiap orang memang memiliki kebiasaan berbeda untuk bisa membuat dirinya relaks sebelum tampil di depan audiens, maka temukanlah. Bahkan, berbicara kepada para audiens seperti yang telah disebutkan di atas juga mampu menjadi ‘senjata’ untuk proses relaksasi diri.
  1. Terlalu ‘bookis’. Membaca materi anda dari kata ke kata dengan pandangan tetap dari awal sampai akhir kepada kertas materi anda, jangan lakukan ini! Sikap ini hanya akan membuat audiens tertidur, bosan, dan tak nyaman. Lebih baik anda menjadikan catatan materi anda sebagai poin – poin dari materi anda untuk menjaga anda agar tetap berada di jalur yang tepat dari materi yang ingin anda sampaikan. Lihat poinnya, kemudian tatap mata audiens dan berbicaralah.
  1. Menggunakan cerita, kutipan orang lain. Tidak ada masalah jika anda ingin menggunakan cerita, kutipan orang lain dalam materi anda. Namun, pastikan anda benar – benar bisa menyampaikannya, jangan sampai tidak sesuai bahkan lupa dengan cerita, kutipan aslinya. Hanya saja, akan lebih ‘luar biasa’ jika anda menggunakan cerita, dan kutipan anda sendiri. Karena untuk terhubung dengan audiens –baik secara pemikiran dan perasaan- anda harus menyampaikan cerita, kutipan yang memang berasal dari pengalaman pribadi anda sendiri. Di sisi lain perlu dipahami bahwa proses public speaking adalah satu proses untuk berbagi energi positif kepada audiens anda, dan energi positif itu harus datang dari anda melalui hal-hal yang asli datang dari anda. Jika anda berpikir bahwa anda tidak memiliki cerita, kutipan yang menarik untuk dibagikan kepada audiens anda, maka sebenarnya anda belum mencarinya dengan sungguh – sungguh. Trust me, you will find it.
  1. Berbicara tanpa gairah. Lebih bergairah anda dalam menyampaikan materi anda maka audiens akan lebih nyaman dan sukarela untuk melakukan berbagai macam hal karena anjuran atau permintaan anda.
  1. Mengakhiri materi ‘hanya’ dengan pertanyaan dan jawaban. Kebanyakan dari pembicara mengakhiri materinya dengan pertanyaan dan jawaban akan apa yang didapatkan audiens pada hari itu. Padahal pertanyaan dan jawaban saya tidak cukup untuk menghimpun poin – poin penting dalam materi anda hingga kemudian mampu diingat dan dibawa pulang oleh audiens. Akan lebih luar biasa usai anda menyampaikan pertanyaan dan jawaban tersebut, segera tutup dengan cerita yang sesuai dengan materi anda, poin – poin penting dalam materi anda, serta kutipan yang menarik yang memperkuat materi anda. Tutuplah pertemuan saat itu dengan WOW.
  1. Gagal untuk mempersiapkan. Gagal mempersiapkan sama dengan mempersiapkan kegagalan. Reputasi anda akan dinilai semenjak anda maju di depan audiens hingga anda mengakhirinya. Maka pastikan anda mempersiapkannya dengan baik sehingga ketika anda meninggalkan audiens anda, audiens anda mengingat sesuatu yang berkesan dari anda, bukan sesuatu yang tak menyenangkan dari anda.
  1. Gagal memahami bahwa berbicara adalah sebuah skill yang harus ‘diperjuangkan’. Tidak ada yang instan, pun dalam berbicara. Gagal, jatuh, hujatan, dan lainnya adalah sesuatu yang wajar dan pasti akan anda lalui untuk menjadi seorang pembicara yang handal. Jika anda maju maka anda akan menjadi pemenang, jika anda mundur maka anda akan menjadi korban.

 

SEMOGA BERMANFAAT!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *