Inilah Jenis Phobia Makanan Yang Tidak Lazim

Inilah Jenis Phobia Makanan Yang Tidak Lazim
Inilah Jenis Phobia Makanan Yang Tidak Lazim

5 Phobia aneh makanan yang mungkin kamu tidak sangka ini nyata adanya. Ternyata ada cukup banyak orang yang mengalami rasa takut yang berlebihan terhadap suatu makanan. Aneh memang jika tidak mengenal seseorang yang mengalami hal tersebut. Tapi sekali lagi phobia terhadap makanan ini benar adanya dan di alami oleh sebagian orang di luaran sana.

Menurut kami cukup wajar adanya jika ada seseorang yang mengalami rasa ketakutan yang cukup berlebihan terhadap sesuatu. Seperti takut dengan ketinggian misalnya. Dalam bahasa ilmiah rasa takut terhadap sesuatu yang berlebihan ini di sebut dengan istilah phobia.

Ada seseorang yang phobia terhadap jenis hewan tertentu seperti, laba-laba, kodok, cicak, tikus dlsbnya. Hal ini cukup banyak terjadi dan relatif dapat di maklumi. Tapi bila phobia terjadi terhadap suatu makanan sepertinya hal ini merupakan sesuatu yang sangat tidak masuk akal melihat bahwasanya setiap manusia pastinya membutuhkan makanan.

Namun yang terjadi pada faktanya adalah bahwa ada orang-orang tertentu yang memiliki rasa takut yang berlebihan terhadap sesuatu makanan. Hal ini fakta dan mungkin ada di sekitar Anda. Untuk mengetahui lebih lanjut seperti apakah jenis makanan yang membuat seseorang merasa phobia terhadap suatu jenis makanan tertentu mari kita simak penjelasan di bawah ini.

INILAH 5 JENIS PHOBIA TERHADAP MAKANAN :

  1. Acerophobia, Takut Terhadap Rasa Masam

Seseorang dengan rasa phobia seperti ini sangat menghindari beberapa jenis makanan tertentu yang memiliki rasa yang asam seperti lemon, jeruk dan limau.

Jika seseorang memiliki phobia dengan jenis aerophobia maka mereka akan merasa cemas dan panik. Bahkan ketika meminum jenis makanan ini lidah mereka akan terasa seperti kesemutan dengan demikian sudah barang tentu mereka akan sangat menghindari bahan makanan ini.

  1. Alektorophobia, Takut Terhadap Ayam

Penderita alektorophobia takut dengan ayam dan berbagai hal yang berkaitan dengannya, seperti: telur, bulu, bahkan ayam mati sekalipun.

Dalam beberapa kasus khusus, sekedar ujaran atau ucapan yang mengandung kata “ayam” dapat membuat penderita phobia jenis ini akan mengalami rasa ketakutan yang luar biasa.

  1. Mycophobia, Takut Terhadap Jamur

Jamur memang memiliki tampilan yang kurang menarik akan tetapi bahan makanan ini sangat lezat ketika sudah diolah menjadi saus atau topping.

Orang dengan mycophobia akan merasa takut terhadap jenis makanan jamur bahkan akan merasa sesak nafas saat mengkonsumsinya.

  1. Alliumphobia, Takut Terhadap Bawang Putih Alliumphobia

Ketakutan terhadap bawang putih. Penderita phobia jenis Alliumphobia biasanya akan mengalami reaksi eksentrik setiap kali mereka melihat atau mencium bau bawang putih. Banyak orang yang ‘memplesetkan’ penderita alliumphobia sebagai jelmaan vampir.

  1. Ichthyophobia, Takut Terhadap Ikan

Sangat disayangkan, makanan yang kaya akan vitamin seperti ikan baik dalam keadaan hidup atau mati sangat dihindari oleh penderita ichthyophobia. Pemicu timbulnya ketakutan adalah ketika penderita melihat tampilan ikan.

Ketakutan itu muncul saat ia melihat mata ikan yang di anggapnya sangat besar dan tubuh ikan yang berlendir. Oleh karena itu penderita phobia jenis Ichthyophobia akan selalu mencoba menghindari laut yang terdapat banyak ikan atau ikan yang sudah matang dan siap untuk disantap.

Sifat phobia seperti yang di alami orang-orang tertentu seperti ini biasanya di karenakan faktor psikologis semata walaupun tentu saja ada juga yang berkaitan dengan faktor fisik. Idealnya phobia ini harus di hentikan. Jika tidak di hilangkan phobia jenis ini akan dapat bertambah skala takutnya dan tentu akan menimbulkan sesuatu yang tidak baik bagi penderitanya.

Sayangnya cukup banyak penderita phobia jenis makanan tertentu ini tidak berani untuk melawan rasa takut yang ada dalam dirinya sehingga rasa phobia terhadap makanan semakin menjadi-jadi. Cara terbaik untuk dapat menghilangkan jenis phobia seperti ini adalah dengan terlebih dahulu melakukan konsultasi terhadap psikiater sebelum melakukan konsultasi kepada seorang dokter.

SEMOGA BERMANFAAT!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *