Inilah 3 Pengganggu Fokus Saat Public Speaking

Inilah 3 Pengganggu Fokus Saat Public Speaking
Inilah 3 Pengganggu Fokus Saat Public Speaking

Kata siapa public speaking itu adalah bakat sejak lahir? Mungkin untuk beberapa orang, mereka memang membawa bakat pembawaan yang baik dalam bertutur dan menyampaikan pendapat, namun tidak semua orang seberuntung itu memiliki hal tersebut sejak mereka dilahirkan. Kebanyakan para penutur handal, The Real Public Speaker adalah mereka yang tak kenal lelah berlatih dan terus berlatih, bahkan tidak jarang mereka adalah orang-orang yang dulunya memiliki kesulitan dalam hal komunikasi. Karenanya tidak semua orang memiliki sense and art of public speaking sejak mereka mampu berbahasa.

Dalam prosesnya, praktek public speaking pun tidak serta merta selalu berjalan mulus. Tidak tertutup kemungkinan kita untuk menemukan hambatan atau gangguan. Lalu apa sajakah hambatan atau gangguan umum yang biasanya dialami oleh speaker, bahkan mampu mengganggu fokus saat berbicara di depan khalayak?

  1. Gangguan Multimedia

Laptop yang gagal dikoneksikan dengan LCD adalah salah satu dari gangguan Multimedia yang kerap kali dihadapi para pembicara dalam sebuah presentasi atau mungkin rapat pertemuan. Suara audio yang tidak keluar, video yang tersendat atau kualitas resolusi LCD yang buruk merupakan contoh lain dari gangguan multimedia yang mungkin kamu hadapi. Bila hal ini terjadi, kamu harus pandai untuk tetap menjaga mood dari audience. Jangan biarkan konsentrasi mereka jadi pecah, atau justru sampai pergi meninggalkan ruangan karena terlanjur kehilangan mood. Penguasaan materi juga sangat penting, agar setidaknya kamu memiliki bahan yang tetap cukup untuk disampaikan di saat gangguan multimedia terjadi. Selalu siapkan rencana cadangan yang sebaiknya sebelumnya sudah kamu latih.

  1. Suhu Ruangan yang Ekstrim

Tidak selalu kita melakukan presentasi atau harus bebicara di depan umum di dalam ruangan bersih dan ber-ac. Itu kenapa suhu ruangan biasanya dianggap sebagai salah satu gangguan dalam public speaking. Bagaimana meyiasatinya? Cobalah sesuaikan pakaian yang akan kamu gunakan. Jangan berpakaian yang terlalu tebal, kalau kamu nantinya akan berada di sebuah ruangan tanpa AC dalam waktu yang lama, atau kamu harus berada di bawah terik matahari. Pakailah bahan pakaian yang sesuai dengan tempat yang akan kamu datangi, biar kamu bisa tetap nyaman membawa dirimu sendiri, di antara para audience-mu. Jangan sampai hal sepele seperti ini terlewat dan menghancurkan hal-hal lain yang lebih besar.

  1. Peserta yang Mengobrol

Siapa sih yang ngga pernah berisik di saat seseorang tengah menerangkan sesuatu di hadapan anda? Baik di saat upacara bendera saat bersekolah, atau ketika dosen menerangkan mata kuliah di kelasmu, kamu pasti pernah mengobrol. Ingin disangkal atau tidak, jelas terlihat bahwa ‘mengobrol’ sudah menjadi budaya yang begitu melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat kita. Ini bisa menjadi kebiasaan yang sangat buruk, ketika memang kita sedang menghadiri sebuah acara yang notabene tidak diperkenankan mengobrol.

Sayangnya, sebagai seorang pembicara, kamu tidak selalu bisa memilih siapa audiencemu. Apalagi, bila harus mengatur bagaimana cara mereka bersikap. Tidak jarang loh, ada sedikit atau bahkan sekelompok audience yang justru memilih mengobrol dari pada mendengarkan apa yang tengah coba kita sampaikan kepada mereka, dan tanpa bisa dicegah mental kita pun jatuh. Merasa materi pembicaraan kita basi, atau yang lain sebagainya.

Mental yang baik, sangat diperlukan untuk mengatasi hambatan ini, coba dan coba lagi tarik perhatian mereka. Atau tegur mereka dengan cara yang unik, yang mampu merebut kembali perhatian mereka. Buatlah volume yang lebih keras sehingga peserta yang mengobrol ‘menyerah’ dan berhenti mengobrol.

Nah, itu adalah beberapa di antara banyak hal yang dapat mengganggu fokus kita ketika berbicara di hadapan khalayak. Tapi pada dasarnya, setiap orang pasti memiliki titik lemahnya masing-masing, tidak bisa disamaratakan. Ini hanya hambatan fokus yang umum atau lazim ditemukan. Temukan titik lemahmu masing-masing dan coba atasi sebelum kamu memang benar-benar harus memprakterkkan public speaking dalam kebutuhan kehidupanmu. Semoga sebelum kamu benar-benar berbicara di depan umum, kamu sempat membaca artikel ini dan mempersiapkan segalanya agar lebih matang. Selamat mencoba!

SEMOGA BERMANFAAT!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *