Hypnoparenting Untuk Menangani Masalah Apapun Pada Anak

Hypnoparenting Untuk Menangani Masalah Apapun Pada Anak
Hypnoparenting Untuk Menangani Masalah Apapun Pada Anak

Hipnosis sebagai terapi yang dapat membantu mengatasi beragam masalah kesehatan masih asing bagi sebagian besar orang. Salah satu penyebabnya karena televisi sering menayangkan hipnosis hanya sebagai hiburan lucu dan berbau sulap.

Lalu apa bedanya hipnosis dalam tayangan televisi dengan hipnoterapi? Perbedaan keduanya sangat signifikan. Hipnosis di televisi hanyalah sekadar hiburan sehingga sugesti yang dimasukkan ke alam bawah sadar tidak menetap sebagai suatu nilai dan tidak berdampak pada perubahan sikap atau perilaku orang yang dihipnosis. Sedangkan hipnoterapi digunakan sebagai bentuk pengobatan atau terapi perilaku sehingga terjadi perubahan yang positif.

Hipnosis bukanlah ilmu baru, sejarah mencatat praktik ini mulai dilakukan pada tahun 4000 SM di Babylonia. Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan penelitian yang dilakukan terhadap metode hipnosis, terbukti terapi ini efektif dan bisa diterapkan secara lebih spesifik untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Misalnya hypnobirthing, hypnohealing, hypnobrestfeeding, hynoparenting, dll.

HypnoParenting

HypnoParenting sebenarnya sudah banyak dipraktikkan masyarakat secara tidak sadar. Salah satu bentuknya adalah doa-doa yang dibisikan orang tua saat menidurkan anaknya, kidung mengantar tidur, di mana setiap daerah di Indonesia memiliki kidung tidur yang khas, atau sugesti-sugesti yang diucapkan orang tua saat menasihati anaknya. Namun karena praktik itu sifatnya kebiasaan, dilakukan tanpa kesiapan khusus atau spontan, maka sugesti yang masuk pada anakpun tidak maksimal.

Dalam buku ini dijabarkan bahwa tahapan HypnoParenting yang ideal agar berdampak maksimal dan menetap, memerlukan kesiapan :

  1. Pre-talk

Mencari tahu masalah anak secara detail. Masalah yang menyebabkan perilaku anak negatif.

  1. Pre-induction

Membuat keadaan anak nyaman dan rileks. Elus-elus punggung atau kepalanya. Minta anak menarik napas dan mengembuskannya perlahan, ulangi sampai anak benar-benar rileks. Minta ia menutup mata dan santai.

  1. Induction

Otak anak sudah masuk gelombang Alpha. Pastikan tidak sampai tertidur dengan cara tetap mengelus-ngelus kepalanya atau senandungkan doa.

  1. Sugesti

Ketika anak sudah tidak lagi bergerak, setengah tidur, otak anak masuk gelombang theta. Mulai masukkan sugesti positif, dengan suara pelan dan semerdu mungkin. Misal, “Sayang, besok pagi kamu paling semangat berangkat sekolah”, dll.

Duh, mana bisa si kecil saya yang masih batita bisa disuruh seperti itu? Si kecil malah cengengesan ketika kita memintanya menarik napas dalam-dalam secara berulang-ulang karena baginya ini hal baru dan dinilai lucu. Tenang, itu cara ideal yang umumnya digunakan terapis profesional yang biasanya dilakukan untuk mengobati perilaku anak yang sudah di luar kontrol orang tua atau kasusnya sudah cukup berat sehingga orang tua tidak bisa menanganinya sendiri. Misal, anak yang tiba-tiba depresi dan ingin bunuh diri atau penyimpangan perilaku yang sudah di luar batas.

HypnoParenting bisa dilakukan siapa saja, orang tua, kakek nenek, guru  bahkan pengasuh si kecil. Dan bisa dilakukan kapan saja. Hanya saya harus dilakukan dalam keadaan si anak rileks dan sugesti lakukan berulang di lain waktu. Waktu yang tepat untuk melakukan hypnosis di antaranya: Saat mengajak anak berdoa, bermain, menggambar, makan, belajar,  dalam buaian (untuk bayi), sesaat sebelum dan bangun  tidur, melalui nyanyian, dongeng, atau saat mendiamkan anak menangis.

Tanamkan sugesti positif tanpa menggunakan kata ‘tidak’ atau ‘jangan’, karena kedua kata ini tidak bisa diterjemahkan otak. Jadi saat kita berkata, “Kakak besok jangan nakal.” Otak hanya menangkap “Kakak besok nakal.” Ubah menjadi, “Kakak selalu sayang adik.” Pilih kalimat sugesti positif yang kita inginkan dari anak, misal, “kakak pintar suka sayuran”, dll.

Penerapan HypnoParenting di rumah dapat dilakukan dengan tujuan-tujuan tertentu misal, mengatasi anak sulit tidur, tantrum, kebiasan main game, tidak suka makan sayur, menyapih, dll.

Waalupun begitu hipnosis tidak akan berhasil jika orang tua tidak memahami hal-hal mendasar mengenai pola asuh dan cara mendidik anak. Komunikasi adalah salah satunya. Anak mau mendengarkan/menuruti nasihat orang tuanya jika komunikasi yang terjalin sehat. Artinya orang tua tidak cuek dengan apa pun pilihan anak atau sebaliknya orang tua tidak banyak melakukan intervensi. Orang tua dituntut bijak dan bisa memahami pikiran anak. Hindari ambivalensi, larangan Mama harus sama dengan larangan Papa atau sebaliknya. Jangan sampai kata Papa boleh A, tapi kata Mama A dilarang.

Menanamkan sugesti positif juga tidak berarti boleh membandingkan-bandingkan anak. Misal, “Adik suka belajar biar pintar seperti kakak.” Walaupun bermaksud positif hal itu sebaiknya dihindari karena pada dasarnya semua anak tidak mau diperbandingkan dan setiap anak memiliki kelebihan.

SEMOGA  BERMANFAAT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *