Definisi Disfungsi Ereksi

Definisi Disfungsi Ereksi
Definisi Disfungsi Ereksi

Apa itu Disfungsi Ereksi?

Disfungsi Ereksi adalah kondisi medis berupa ketidakmampuan pria meraih atau menjaga kestabilan ereksi yang cukup memadai untuk melakukan persetubuhan, meski telah terangsang secara seksual.

Imbuhan “terangsang secara seksual” perlu disematkan karena ini pertanda sang pria sebenarnya masih memiliki gairah atau libido seksual. Sayangnya, gairah itu tak bisa dikonversi menjadi ereksi, atau kalaupun bisa, ereksinya tak cukup keras untuk melakukan penetrasi.

Kondisi tak mampu meraih ereksi memadai sebelum persetubuhan dikenal dengan istilah impotensi, sedangkan ketidakstabilan ereksi selama hubungan seks disebut lemah syahwat.

Penyebab Disfungsi Ereksi

Terbagi menjadi dua, penyebab fisik dan psikis. Penyebab fisik dapat berupa salah satu atau beberapa kondisi medis (penyakit). Paling sering dikarenakan adanya diabetes, gangguan kardiovaskuler atau tekanan darah tinggi.

Sedangkan penyebab psikis yang bisa berujung pada disfungsi ereksi adalah stress, ketakutan atau kecemasan berlebih serta depresi.

Penurunan fungsi tubuh secara alami setelah memasuki usia 50 tahun pun turut memiliki andil atas kondisi medis ini. Laporan terbaru malah menunjukkan cukup banyak pria paruh baya (akhir 30an) yang mulai menunjukkan gejala impotensi maupun lemah syahwat.

Disfungsi ereksi pada pria lanjut usia masih mungkin terjadi sekalipun tak ada masalah berat dengan kesehatan fisik serta psikisnya. Karena disfungsi ereksi adalah suatu kondisi medis, sangat disarankan segera mengunjungi ahli medis untuk memastikan penyebabnya. Data terakhir mengenai penyebab disfungsi ereksi dapat ditemukan pada tulisanDaftar Lengkap Penyebab Impotensi & Lemah Syahwat.

Apa Dampak Negatifnya?

Beban mental akibat kegagalan pria menyalurkan hasrat biologisnya apalagi memuaskan pasangannya, sering menyebabkan stress bahkan depresi. Bila disfungsi ereksi disebabkan oleh penyakit fisik, tekanan psikologis itu beresiko memperburuk kondisi medisnya.

Semisal munculnya stres karena disfungsi ereksi yang mendera penderita diabetes. Stres itu bisa kian memperparah sakit diabetesnya dan menghadirkan implikasi medis lainnya.

Berkurangnya kualitas hubungan seks bersama pasangan karena ketidakpuasan seksual juga bisa merenggangkan hubungan keduanya, bahkan hingga perceraian bagi yang telah menikah. Pada tahap lanjut, kondisi medis disfungsi ereksi dapat berujung pada infertilitas (kemandulan), namun resiko ini sangat bergantung pada faktor penyebabnya.

Pengobatan Disfungsi Ereksi

Disfungsi ereksi dapat diobati secara langsung maupun tak langsung. Tipe pengobatan langsung hanya bisa dilakukan jika penyebabnya bukan karena adanya penyakit berat atau gangguan psikologis.

Bagi pengobatan langsung, Urolog maupun Androlog biasanya merekomendasikan obat-obatan dari kelompok PDE-5 inhibitor, di antaranya, sildenafil, tadalafil jugavardenafil. Di sisi lain, pengobatan tidak langsung berarti berupaya menyembuhkan penyakitnya terlebih dahulu. Seiring kesembuhan akar masalah, fungsi ereksi akan kembali normal dengan sendirinya.

Bila tak sabar menunggu, dokter terkadang masih bisa meresepkan obat-obatan PDE-5 inhibitor demi menjaga kondisi kejiwaan pasien yang harus berpuasa seks karena tak sanggup ereksi. Tentunya resep baru dapat berikan setelah melalui pertimbangan matang dan dalam pengawasan ketat.

Bagaimana Cara Mencegahnya?

Sejalan dengan kian tingginya angka penderita disfungsi ereksi pada usia muda, langkah pencegahan baiknya dimulai sejak dini.

Untuk mengurangi resiko terjadinya kondisi medis ini, berikut beberapa langkah pencegahan termudah yang dapat dilakukan :

  1. Jaga berat badan tetap ideal.
  2. Olahraga teratur.
  3. Kurangi makanan berkolesterol tinggi.
  4. Berhentilah merokok.
  5. Jangan berlebihan mengkonsumsi minuman keras (alkohol beretanol).

 

 

SEMOGA BERMANFAAT!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *