COACH, MENTORING dan THERAPY

Coaching
Life Coaching

Coaching adalah sebuah proses percakapan, sebuah proses yang memfasilitasi seseorang atau sekelompok orang melalui bertanya dan memberikan feedback.

Coaching merupakan sebuah proses bagaimana kita mengoptimalkan fungsiotak kita melalui sebuah proses yang ter-struktur untuk mendapatkan kinerja yang lebih efektif.

Seorang coach akan berperan sebagai cermin bagi client-nya dan tidak boleh memberikan solusi. Solusi yang tercapai di akhir sebuah sessi coaching, murni dan mutlak diperoleh dari penggalian segala potensi diri, pengalaman, kontemplasi, kesadaran puncak dan logika-logika yang dimiliki client berdasarkan nilai dan kepercayaan yang diyakininya, serta semua meta-program yang beroperasi di kesadaran dan di bawah kesadarannya.

Coaching berbeda dengan mengajari (teaching) atau pelatihan (training) atau memberi nasehat (advice giving).

Coaching bukan juga proses komunikasi yang menitik beratkan pada isi (content).

Sekali lagi, Coaching berbeda dengan training, mentoring, counseling, therapy atau hypnosis.

coaching
Beda coach, mentoring, consulting

Berikut penjelasannya :

1. Training

Adalah sebuah proses gabungan mengajar, mendidik dan melatih seseorang untuk mendapatkan skill baru. Seorang trainer akan berperan sentral dalam proses ini dan menitik beratkan pada isi (content) materi yang diajarkannya.

  1. Mentoring

Mentoring adalah proses berbagi dan sekaligus mengajari suatu ketrampilan teknis dan khusus dari mentor kepada mentee-nya, melalui nasehat, bimbingan dan  pengalaman professional pribadi. Pada mentoring terdapat hubungan yang tidak setara, di mana seorang senior memberikan informasi spesifik kepada yunior.

  1. Therapy/Counseling

Therapy lebih menitikberatkan pada masalah, sumber masalah, gejala-gejala masalah, bagaimana seseorang terlibat dalam sebuah masalah dan mendiagnosa-nya. Skill yang diperlukan dalam therapy adalah: penyembuhan sakit dan memberikan solusi terhadap masalah atau kelainan personal.

  1. Consulting

Consulting menitikberatkan pada pemberian nasehat, saran atau rekomendasi yang cukup rinci berdasarkan keahlian seseorang pada bidang tertentu untuk menginformasikan client apa yang seharusnya dilakukan.Meskipun consulting bisa saja fasilitatif, namun dalam prosesnya diperlukan prosedur dan keahlian tertentu di suatu bidang.

  1. Hypnosis

Adalah sebuah proses penggunaaan kata-kata, gerak tubuh dan suara untuk membawa seseorang ke situasi/state terhipnotis untuk tujuan kesehatan, peningkatan kualitas psikologis dan pengembangan diri, melalui proses bawah sadar (trance)

The Coaching Dance

Ketika seorang coach bekerja, dia bisa saja berganti perandari coach-nya menjadi konsultan, trainer, mentor atau bahkan terapis, tergantung situasi dan kebutuhan.

Kapan seorang Coach berganti peran?

Consulting –> Sebelum sebuah sessi coaching dimulai, seorang coach akan berkonsultasi dengan client untuk mempersiapkan kontrak coaching yang mencakup tata laksana coaching serta hal-hal teknis lain yang diperlukan agar client menjalani sebuah proses coaching yang efektif dan optimal.

Training / Mentoring –> Seorang coach akan berperan sebagai trainer, ketika client sama sekali awam terhadap suatu skill tertentu yang mutlak diperlukan dalam sessi coaching.

Conseling / Therapi –> Therapy dan counseling akan dipakai oleh seorang coach, manakala client terlibat dalam situasi emosi-pikiran yang mengganggu kemampuan client untuk focus dan  bertanggung jawab atas dirinya, yang disebabkan oleh trauma masa lalu, rendahnya ego-strength, kurangnya motivasi, menyalahkan diri sendiri yang berlebihan dan sebagainya.

Coaching adalah sebuah proses penemuan diri sendiri yang mengesankan.

Melalui proses ini, proses aktualisasi diri akan lebih terstruktur, obyektif, mudah dilakukan dan dengan hasil yang sustainable.

Menurut Michele Duval, ada 7 faktor yang berpengaruh pada kesempurnaan sebuah proses coaching, yang menjadikan coaching, benar-benar “coaching:

  1. Percakapan yang  terstruktur dan penuh makna antara coach dan client.
  2. Percakapan yang reflektif untuk menemukan yang sebenarnya dari yang diucapkan.
  3. Percapakan yang membuat perubahan yang generative.
  4. Percakapan yang sistematik.
  5. Percakapan yang semuanya ditujukan untuk aktualisasi diri.
  6. Percakapan yang diarahkan pada implementasi untuk mewujudkan hasil yang diinginkan sesuai rencana dan tujuan yang terukur.
  7. Percakapan yang membawa Anda menemukan yang Anda harapkan.

Menurut Michael Hall, untuk mencapai kesempurnaan proses coaching, ada paling tidak 5 hal yang harus ada:

1. Jiwa dan Pikiran Anda Harus Benar ( yang pertama dan utama )

Coaching (bukan consulting, mentoring, therapy, and training) didasarkan pada psikologi dari sisi luhur dan cerdas alamiah manusia. – Psikologi Aktualisasi Diri.

Mengapa?

Karena coaching sebenarnya adalah untuk kesehatan jiwa dan pikiran. Coaching hanya ditujukan untuk mereka yang telah siap merangkul perubahan yang akan mengganggu keseimbangan kehidupan Anda. Coaching hanya cocok untuk mereka yang telah siap ditantang dan berkembang dengan disiplin yang kuat. Inilah yangmembedakan coaching dengan terapi. Terapi ditujukan bagi mereka yang jiwa dan pikirannya tidak sehat dan keluar dari masa lalunya, untuk kemudian menjadi lebih baik. Coaching hanya ditujukan untuk siapa saja yang siap memasuki perubahan yang generative terhadap ego-strength-nya (nyali hidup)

2. Objective atau Tujuan Anda harus Benar.

Tujuan coaching adalah untuk mem-fasilitasi sebuah proses membebaskan potensi diri menuju aktualisasi diri. Itulah mengapa seorang coach tidak perlu ahli dalam content atau substansi coaching, tetapi seorang coach adalah seorang yang ahli dalam hal memfasilitasi proses berpikir, menemukan yang diinginkan dan arti, niat serta keyakinan yang melandasinya. Kadang-kadang seorang coach akan menantang dan memprovokasi client, untuk mengkonfirmasi tujuan yang akan dicapai.Itulah mengapa seorang coach yang hebat mampu membantu menemukan tujuan utama dan apa yang benar-benar diinginkan oleh clientPertanyaan pertama dari seorang coach adalah: Apa yang Anda Inginkan? Dan pertanyaan terakhirnya adalah, apakah Anda telah mendapatkannya? Coach juga akan bertanya, bagaimana Anda tahu kapan Anda telah mendapatkan hasil yang diinginkan. Dan bagaimana cara Anda melihat atau mengukur perubahannya.

3. Perubahan Harus Benar.

Dalam coaching, perubahan yang difasilitasi oleh coach adalah perubahan yang generative, bukan perubahan perbaikan atau penyembuhan. Perubahan ini harus membuat client berubah perilakunya secara evolutioner dan transformative.

Ada 3 jenis coaching sesuai perubahan yang diinginkan:

  • performance coaching
  • developmental coaching
  •  transformative coaching.

4. Pola Berpikir  Harus Benar.

Epistemologi dari coaching adalah berfikir dan bertanggap secara sistematis dan holistis melalui kesadaran reflektif diri.

5.

Coaching adalah bukan sebuah percakapan biasa. Percakapan didalamnya mengandung arti-arti yang mengarahkan Anda pada kejelasan tujuan, keputusan, perencanaan, perubahan dan sebagainya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *