Ciri Ciri Penyakit Dan Penyebab Depresi Bipolar

Ciri Ciri Penyakit Dan Penyebab Depresi Bipolar

depresi bipolar
Depresi Bipolar

Sudah pernahkah Anda menonton atau membaca kisah fiksi seorang tokoh pengidap gangguan bipolar? Biasanya di cerita-cerita tersebut, tokoh ini diceritakan sering tidak bisa mengendalikan dirinya, gampang emosi, mudah tersinggung, dan suka tiba-tiba merasa sedih.

Gangguan bipolar (bipolar disorder) terkadang disebut sebagai gangguan manik-depresif ini adalah suatu kondisi yang dicirikan dengan perubahan suasana hati yang drastis/parah dan berulang kali (dari fase depresi ke fase mania).

Mania adalah gejolak emosi yang mengakibatkan tindakan hiperaktif, perilaku tidak menentu, serta perasaan senang luar biasa.

BERAPA LAMA FASE DEPRESI DAN MANIA BERLANGSUNG?

Setiap fase seringkali bertahan selama berbulan-bulan, ada juga yang siklusnya cepat atau berubah-ubah dari depresi ke fase mania dan sebaliknya ini seringkali terjadi beberapa kali dalam setahun.

Pada kasus yang jarang terjadi, penderitanya bahkan dapat berpindah dari fase depresi ke mania dalam waktu 24 jam.

 Fase Depresi

Depresi di sini maknanya lebih dalam dari sekadar kesedihan biasa, yang mungkin sering Anda rasakan setiap harinya dan cepat hilang.

Apa perbedaannya? Dr. Mitch Golant menjelaskan: “Bagi kita yang tidak depresi, kita tahu bahwa turun naiknya emosi kita akhirnya akan selesai.”

Kemudian Ia melanjutkan dengan sebuah ilustrasi, “orang yang depresi mengalami perasaan yang turun naik dan terus berubah-ubah seolah-olah ia berada dalam suatu kereta api yang tak terkendali tanpa tahu bagaimana atau kapan ia dapat turun dari kereta itu.”

Depresi secara klinis memiliki banyak bentuk. Salah satunya, gangguan afektif musiman (SAD—seasonal affective disorder) yang muncul selama suatu periode dalam setahun dan biasanya terjadi selama musim dingin. SAD dapat terjadi ketika seseorang berada dalam situasi gelap selama musim dingin ataupun berada dalam ruangan yang gelap.

 Fase Mania

Jika mengalami gangguan bipolar, Anda bukan hanya menghadapi depresi yang sangat menantang, tapi juga fase mania.

Selama fase mania, buku The Harvard Mental Health Letter menuliskan bahwa pengidap bipolar “suka sekali ikut campur atau mendominasi, dan perasaan bahagia yang berlebihan maupun tak terkendali dapat berubah secara tiba-tiba menjadi kekesalan atau kemarahan”.

Seorang pengidap bipolar bahkan mengungkapkan bahwa satu-satunya hal yang konsisten dari gangguan bipolar adalah bahwa gejalanya tidak pernah konsisten.

 PERUBAHAN ATAU GEJALA DARI SEGI KELAKUAN :

  1. Berbicara dengan cepat,biasanya mereka yang mengalami hal ini akan melompat dari satu ide ke yang lain dan mempunyai cara berpikir yang terlalu tergesa gesa/terlalu terburu buru.
  2. Sangat mudah sekali untuk dikacaukan
  3. Melakukan aktivitas tertentu yang mengarah pada tujuan yang meningkat, misalnya adalah siap untuk menerima proyek yang baru.
  4. Lebih gelisah
  5. Susah tidur / tidur tidak cukup
  6. Kepercayaan diri yang tak real yang tidak nyata pada kemampuan orang lain
  7. Berkelakuan dengan implusif dan juga mengambil suatu bagian dari banyak kelakuan kelakuan yang menyenangkan serta beresiko tinggi.

APA BEBERAPA PENYEBAB GANGGUAN BIPOLAR?

Faktor genetik dipercayai berperan penting menjadi penyebab gangguan bipolar. Menurut beberapa penelitian, jika memiliki anggota keluarga seperti: orang tua, kakak-adik, atau anak yang mengidap gangguan bipolar Anda 18 kali lebih beresiko mengalami gangguan ini.

Gejala gangguan bipolar bisa jadi sangat sulit dikenali bahkan bagi seorang pakar medis, karena gejalanya dapat bervariasi dari satu pasien ke pasien lain.

Tetapi bukan berarti tidak ada harapan jika Anda mengidap gangguan ini, Anda dapat tetap menikmati hidup jika mendapatkan penanganan yang tepat.

 

SEMOGA BERMANFAAT 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *