Cara Mengatasi Phobia Balon

Cara Mengatasi Phobia Balon
Cara Mengatasi Phobia Balon

Semua orang pasti punya kecemasan atau ketakutan pada sesuatu. Ketakutan yang ekstrim dan terkadang irasional inilah yang disebut phobia. Ada lebih dari seratus jenis phobia, dan sebagian diantaranya dialami orang dewasa atau anak-anak. Bahkan tak jarang, phobia yang dirasakan sejak kecil masih akan bertahan belasan sampai puluhan tahun.

Tentunya menjalani hidup dalam kecemasan tidaklah mudah dan nyaman. Lalu, bagaimana kalau seseorang mulai menunjukkan rasa takut yang berlebihan pada sesuatu?

Yang harus anda lakukan adalah mencari tahu penyebab ketakutan tersebut. Misalnya, mungkin saja anda pernah melihat orang yang terjebak dalam lift atau elevator sehingga ia sangat takut masuk ke dalam lift di mall. Atau, anda takut sekali pada balon karena suaranya saat meletus yang membuat anda kaget.

Phobia akan sesuatu bisa muncul karena si kecil menyaksikan peristiwa yang tidak menyenangkan berkaitan dengan hal yang ditakutinya. Anak-anak juga bisa meniru reaksi ketakutan orang-orang di sekitarnya. Bahkan phobia bisa lahir dari kecemasan spontan (dan terus-menerus) ketika anda sering dibuat takut dengan sengaja.

Agar phobia pada diri anda atau seseorang tidak berlanjut sampai bertahun – tahun, anda bisa mengatasinya sejak dini. Reaksi umum yang ditunjukkan adalah menangis atau memendam takutnya dalam diam. Nah, anda tak perlu berlebihan memaksanya agar ia mendekati apa yang membuat anda takut. Sebaliknya, elaskan dan kenalkan anda bahwa ada hal lain yang jauh lebih berbahaya daripada phobianya.

Ajaklah diri anda melakukan hal yang menyenangkan yang berkaitan dengan phobia yang anda alami. Tentu saja ini butuh kesabaran ekstra, karena biasanya diri anda akan menolak. Anda harus menciptakan suasana yang nyaman dan bisa meyakinkan diri anda bahwa anda akan baik-baik saja. Misalnya ketika anda akan merayakan ultah anda yang phobia balon, anda bisa memasang balon yang tidak gampang meletus.

Jika phobia masih melekat sampai bertahun – tahun pada anda, maka anda akan cenderung lebih pintar menutupinya dengan beragam alasan, misalnya tidak tertarik berenang padahal anda phobia kedalaman air. Anda bisa secara bertahap pergi ke kolam renang, tapi hanya duduk-duduk di ruang tunggu. Biarkan diri anda melihat hal-hal lain yang menyenangkan dilakukan ketika berenang.

Phobia seringkali membuat seseorang mengalami frustrasi. Semua usaha untuk membuat nyaman dan tetap aman di sekitar phobia anda harus dilakukan secara bertahap. Ajak diri anda banyak membaca agar anda tahu lebih banyak hal positif dari apa yang dianggap menakutkan. Dan berilah pujian setiap kali anda berani lebih dekat dan tenang menghadapi phobianya.

SEMOGA BERMANFAAT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *