Untitled

BELIEF SYSTEM ITU MEMPENGARUHI APA SAJA?

BELIEF SISTEM ITU APA? MEMPENGARUHI APA SAJA?

Apa itu belief system ? Belief system adalah “Life Script” atau “Blue Print” atau “Landasan Keyakinan” yang melatar belakangi seseorang bersikap & berperilaku. Jadi semua hal yang anda lakukan pasti berawal dari “Belief System” yang anda punya.

A. Terdapat 2 jenis pikiran :

♥Pikiran sadar (cenderung berfungsi untuk analisa, logika, hitungan, dll yang menyangkut ilmu pasti)

♥Pikiran bawah sadar ( berisi SELF IMAGE & BELIEF SYSTEM)
Pikiran bawah sadar berperan dalam kehidupan 88% sedangkan pikiran sadar maksimal hanya 12%, maka dari itu belief system yang kuat akan membentuk perilaku yang kuat pada diri seseorang. Belief system bisa mencakup semua hal dalam kehidupan (tentang agama, rentang cinta, tentang keluarga, tentang persahabatan, dll) yang pada intinya akan menjadi standar kebenaran yang ada dalam pikiran seseorang. Maka dari itu, kita sering kali bilang, apa yang kita anggap benar belum tentu benar di mata orang lain, demikian pula sebaliknya perbedaan itu disebabkan belief system yang berbeda.

Untitled

Sekarang bagaimana terbentuknya belief system ?
Belief system tercipta dari semua peristiwa masa lalu mulai kita lahir sampai sekarang, pengaruh lingkungan yang kuat akan menciptakan belief system dalam pikiran kita. Ketika anda menyebut “OTE-OTE” di Surabaya sedang di Malang disebut “WEICI” Di Yogyakarta disebut “BAKWAN” dan mungkin nama lain di kota lain. Itu pasti ada sejarahnya yang melatarbelakangi nama-nama itu yang akhirnya menjadi sebuah belief.

Jadi, jika ingin tahu semua perilaku kita, kenapa kita begini, kenapa kita begitu dan sererusnya. Kembalilah mengevaluasi belief system kita, apa yang sudah kita alami di masa lalu sehingga menyebabkan kita “PERCAYA” akan hal itu.

Seseorang yang hari ini takut bahkan phobia dengan Pocong, itu pasti karena ada stimulus di masa lalu yang menyebabkan ia meyakini bahwa “Pocong” bisa mencekiknya, membunuhnya, dll.

Seseorang yang hari ini takut dengan ulat bulu pasti dulu ada stimulus yg membuat dia percaya bahwa ulat bulu lebih berbahaya dari harimau.

B. Jadi dapat kita simpulkan bahwa :
Manusia terlahir dalam keadaan bersih, belum memiliki belief system apapun. Setelah dia lahir melalui panca indera ia menerima informasi dari kedua orang tua dan lingkungannya. Dan itulah proses awal pengisian atau install belief yang ada pada manusia.

Belief system pada manusia tercipta dari interaksi dirinya dengan lingkungan, mulai di lingkungan keluarga, sekolah, teman, komunitas, dll. Untuk itu berhati-hatilah, semua interaksi yang anda lakukan dalam hidup berpotensi menciptakan belief system. Siapa Anda akan tercermin dari apa yang ada di kepala anda, dan apa yang ada di kepala anda akan tercermin dengan siapa selama ini anda berinteraksi, bersosialisasi dan berasosiasi.

Apa yang telah di install akan menjadi “Life Script”, patokan hidup yang dijalaninya. Untuk itu, manusia akan hidup seiring dengan belief system yang dianutnya, diyakininya. Itu akan menjadi standar bagi dirinya dalam menjalani hidup.

Sekarang mari kita lihat pada diri kita sendiri..apa saja standar-standar kebenaran yang ada di kepala kita yang menjadi pegangan hidup ketika kita melangkah. Jika isi kepala kita hal-hal negatif dan melemahkan, jangan salahkan jika hidup anda penuh hal-hal yang negatif dan lemah. Jika isi kepala kita berisi hal-hal yang positif dan optimis, maka hidup kita akan senantiasa semangat dan positif. Cek kembali standar-standar itu dalam kepala kita, bagaimana belief kita tentang Tuhan, tentang keluarga, tentang kebahagiaan, tentang cinta, tentang pekerjaan, dll. Karena itu semua yang akan menciptakan “MAKNA” dalam hidup anda ketika menjalaninya. Istilah dalam NLP disebut MAP atau PETA PIKIRAN. Kemampuan manusia dalam merespon hidup dia tergantung peta pikiran yang dimilikinya.

Seiring waktu manusia bisa saja melakukan perubahan pada belief system nya, apabila ada input yang kuat masuk pada dirinya dan dirinya mengijinkan hal itu, dalam arti ada kebutuhan dalam dirinya untuk berubah. Perubahan yang terjadi ada 3 macam:

♦Menguatkan belief yang sudah ada
♦Melemahkan belief yang sudah ada
♦Mengganti belief yang ada

Semua itu, tergantung kemana tujuan perubahan akan dilakukan, semua kembali ke kebutuhan dulu. Itulah mengapa sering kali saya katakan di dalam forum-forum pelatihan bahwa perubahan itu 80% tergantung dirinya sendiri. Karena sangat tergantung dari “NEED”.

terima kasih sudah membaca.. ♥

semoga bermanfaat ya…

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *