8 Tips Mendidik Anak Disiplin Tanpa Kekerasan

8 Tips Mendidik Anak Disiplin Tanpa Kekerasan

 

kekerasan anak
Mendidik anak disiplin tanpa kekerasan

Mungkin Anda menerapkan suatu hukuman agar perilaku buruk si Kecil tak berulang. Namun sebelum menjatuhkan vonis, hal apa saja yang Anda pertimbangkan?

Reward (hadiah) dan punishment (hukuman), dua-duanya dapat dipakai membentuk perilaku anak. Melalui dua hal itu, anak mengerti dan mengenal dunia, karena reward dan punishment bisa menjadi pegangan yang dapat membimbing si Kecil berperilaku.Lawrence Kohlberg , ahli perkembangan asal Amerika Serikat yang mengemukakan teori perkembangan moral dalam buku Dr. Sylvia Rimm’s Smart Parenting, How to Raise a Happy, Achieving Child menjelaskan bahwa tahap awal dari moralitas terbentuk melalui reward dan punishment darin orang dewasa.

Namun, sejalan dengan perkembangan zaman, para ahli pendidikan dan psikologi menentang hukuman dalam mendidik anak. Menurut mereka, hukuman merupakan cara yang tidak efektif dalam mendidik anak. Ini, tentunya, berkaitan dengan hukuman fisik. Lalu, hukuman seperti apa yang dapat Anda berikan pasa si Kecil? Bagaimana pula menghukum anak secara tepat.

Berikut ini Tipsnyaa..

  1. Seimbang antara hukuman dan hadiah, jika anak mendapat hukuman saat berperilaku tidak sesuai dengan yang diharapkan, maka ia juga berhak mendapat reward saat perilakunyasesuai dengan apa yang diharapkan.
  2. Sesuaikan usia anak, usia anak perlu diperhatikan dalam pemberian hukuman. Meski kesalahannya sama, namun hukuman dapat dibedakan.
  3. Tidak dalam keadaan marah, sebaiknya Anda memberi anak hukuman tidak dalam keadaan marah, jangan sampai si Kecil tak mengerti kesalahannya, dan hanya menangkap kemarahan Anda.
  4. Disampaikan dengan rasa cinta, saat Anda menghukum atau memarahi si Kecil, jangan lupa menyampaikan perilaku apa yang diharapkan darinya.
  5. Hindari mendera fisik, jangan memberikan hukuman fisik pada anak.
  6. Segera berikan setelah pelanggaran, rentang perhatian anak masih pendek, jadi hukuman memang sebaiknya diberikan langsung setalah perilaku yang tidak dikehendaki terjadi.
  7. Tidak di delegasikan pada orang tua lain, saat ibu memergoki anak berbuat salah, aatau perilaku yang tidak dikehendaki, sebaiknya ibulah yang memberi hukuman. Hindari memanggil ayah untuk menghukumnya atau pun meminta ayah di lain waktu.
  8. Mencermati bobot hukuman, hukuman yang diberikan harus sebanding dengan perbuatan atau perilaku anak. Jangan menghukum anak tidak boleh menonton televisi selama seminggu karena ia tak membuat PR-nya.

Jadi, bunda kita sebagai orang tua harus lebih bijak dalam menghukum anak, agar tidak terjadi beban mental dan rasa ketakutan yang berlebihan pada anak.

 

—  SEMOGA BERMANFAAT  —

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *