Inilah Perbedaan Hipnotis dan Hipnoterapis

Perbedaan Hipnotis dan Hipnoterapi

Perbedaan Hipnotis dan Hipnoterapi
Perbedaan Hipnotis dan Hipnoterapi

Dunia hipnosis dan hipnoterapi di Indonesia saat ini telah berkembang sangat pesat. Pemahaman masyarakat juga turut berkembang dengan semakin banyaknya publikasi, baik dalam bentuk buku, e-book, pelatihan, dan berbagai artikel yang dimuat di berbagai situs internet. Sungguh satu hal yang sangat menggembirakan.

Edukasi masyarakat yang telah terjadi sejauh ini telah berhasil mendorong masyarakat untuk menggunakan hipnoterapi sebagai sarana untuk mengatasi masalah mereka, khusus yang berhubungan dengan mental dan emosi.

Di sisi lain, dari diskusi saya dengan beberapa rekan, ternyata masih ada beberapa pandangan atau pemahaman yang kurang tepat mengenai hipnosis dan hipnoterapi.

Dalam kesempatan ini saya hanya akan mengulas satu saja mispersepsi ini.

Banyak orang yang berpandangan bahwa hipnosis sama dengan hipnoterapi, padahal sebenarnya berbeda. Hipnosis per se adalah satu kondisi kesadaran yang terdiri atas banyak level kedalaman. Dengan demikian hipnosis, bila berdiri sendiri, sebenarnya tidak bersifat terapeutik atau menyembuhkan, karena hanya berupa satu kondisi kesadaran.

Hipnosis bila digabungkan dengan teknik terapi, apapun tekniknya, disebut dengan hipnoterapi. Dengan demikian, hipnoterapi adalah terapi yang dilakukan dengan bantuan atau dalam kondisi hipnosis.

Ada perbedaan signifikan antara kemampuan membawa subjek / klien masuk ke kondisi hipnosis dan melakukan hipnoterapi. Orang yang mampu membawa subjek/klien masuk kondisi hipnosis yang dalam belum tentu cakap atau terampil melakukan hipnoterapi. Sebaliknya orang yang mampu dan cakap melakukan hipnoterapi, yang kita sebut sebagai hipnoterapis, pasti cakap membawa klien masuk kondisi hipnosis.

Membawa subjek ke kondisi hipnosis bukanlah hal yang sulit. Keterampilan ini dapat dipelajari dengan sangat cepat hanya melalui pelatihan singkat, meniru apa yang ditonton di Youtube, atau cukup dengan membaca skrip induksi yang telah disiapkan. Di Youtube bisa dijumpai banyak video, dalam bahasa Indonesia, yang menunjukkan cara melakukan induksi.

Pada prinsipnya ada sepuluh teknik dasar induksi. Enam di antaranya :

  1. Eye Fixation (Fiksasi Mata)
  2. Relaxation
  3. Mental Misdirection
  4. Mental Confusion
  5. Loss of Equilibrium
  6. Shock to Nervous System.

Dari keenam teknik dasar ini berkembang menjadi sangat banyak teknik induksi yang secara garis besar terbagi menjadi :

  1. instant induction (beberapa detik)
  2. rapid induction (sekitar empat menit)
  3. progressive relaxation (beberapa menit sampai 30an menit).

Seorang stage hypnotist, yang biasa tampil di panggung menghibur penonton, adalah seseorang yang sangat cakap dalam melakukan shock induction. Dalam sekejap ia mampu membawa subjek masuk ke kondisi hipnosis yang sangat dalam.

Apakah stage hypnotist dapat melakukan hipnoterapi?

Bisa ya, bisa tidak. Bila stage hypnotist ini juga adalah seorang hipnoterapis maka ia bisa melakukan hipnoterapi. Namun bila ia hanya belajar sampai di level sebagai stage hypnotist maka ia tidak bisa melakukan hipnoterapi.

Jenjang pendidikan dalam dunia hipnosis/ hipnoterapi diawali dengan sertifikasi sebagai CH atau certified hypnotist. Ini adalah jenjang paling dasar dan biasanya karirnya adalah menjadi stage hypnotist.

Berikutnya adalah C.Ht atau certified hypnotherapist. Ini adalah level pendidikan untuk menjadi seorang hipnoterapis yang mampu membantu klien mengatasi masalah yang berhubungan dengan aspek mental atau emosi. Dan yang paling tinggi adalah CCH atau certified clinical hypnotherapist.

Tentu, setiap level membutuhkan masa studi yang berbeda bergantung pada lembaga tempat seseorang belajar. Bahkan ada lembaga luar negeri yang memberi gelar CH secara gratis hanya dengan belajar on-line, seperti HMI (Hypnosis Motivation Institute).

Besar harapan saya setelah Anda membaca artikel ini Anda dapat membedakan antara orangĀ  yang cakap menghipnosis dan orangĀ  yang cakap melakukan hipnoterapi.

SEMOGA BERMANFAAT

By : Adi W. Gunawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *