4 Metode Public Speaking yang Biasa digunakan Oleh Public Speaker

Metode Public Speaking yang Dikenal Oleh Public Speaker

Metode Public Speaking yang Dikenal Oleh Public Speaker
Metode Public Speaking yang Dikenal Oleh Public Speaker

Ada 4 metode public speaking yang biasanya di pakai oleh para public speaker. Masing-masing metode memiliki kekuatan dan kelemahan.

Berikut metode public speaking yang dikenal oleh para public speaker :

  1. Metode Naskah (manuskrip)

Naskah dibuat tertulis secara lengkap dan memuat apa yang akan disampaikan kepada publik. Public speaker mengembangkan gagasan dalam susunan kata, kalimat, dan paragraf. Salam pembuka dan penutup kadang juga dituangkan dalam tulisan secara lengkap. Metode ini dipergunakan oleh public speaker yang harus menyampaikan pada sesuatu yang membutuhkan ketelitian. Misalkan pada pidato resmi mengenai persoalan politik, persoalan ekonomi, pengumuman harga BBM, pengumuman susunan cabinet, atau ulasan teknik dan ilmiah.

Kelemahan metode ini :

  • Public Speaker tak dapat menyesuaikan diri dengan situasi saat berbicara didepan publik.
  • Komunikasi cendrung satu arah, karena tidak merasa diajak terlibat dan berinteraksi secara langsung.
  • Pembicaraa menjadi menoton karena speaker hanya membaca naskah.
  • Speaker tidak dapat memainkan intonasi suara dan penekanan kalimat, karena suara anda akan bergerak dalam tangga nada yang sama.
  • Apabila speaker tidak menguasai apa yang dibaca, maka dia akan kesulitan untuk berimprovisasi dengan gesture dan bahasa tubuh, seperti memandang dan menatap penuh keyakinan kepada audience.
  • Kurang komunikatif karena pembicara hanya sebentar-sebentar memandang audience, fokus perhatiannya tercurah pada naskah.
  • Minim penjiwaan, kaku, monoton, dan tidak menarik.

Kekuatan metode ini :

  • Tidak terjadi pengulangan, materi tersampaikan secara lengkap dan terstruktur.
  • Rangkaian gagasan dari awal sampai akhir tidak terlewatkan.
  • Metode naskah seperti ini ocok untuk pembicara pemula.
  1. Metode Hafalan (memoriter)

Cara ini sebenarnya lanjutan seperti cara membaca naskah. Naskah yang sudah disiapkan, tidak dibacakan tetapi dihafalkan lebih dahulu, kemudian diucapkan dalam kesempatan berbicara. Namun, cara menghafalkan naskah, hanya bisa dilakukan kalau naskahnya pendek dan harus dibaca secara berulang-ulang, sehingga ingat dan bukan khusus dihafalkan. Dalam pelaksanaannya disampaikan secara bebas, artinya kalimat-kalimat yang anda sampaikan tidak perlu sama dengan naskah, tetapi isinya sama.

Kekuatan metode ini :

  • Lancar disampaikan dengan catatan benar-benar hafal dengan kontennya.
  • Minimal kesalahan, kalau naskah itu benar-benar dikuasai.
  • Pembicara lebih mudah menggunakan bahasa tubuh dan gesture, seperti memandang dan menggunakan eye contact.

Kelemahan metode ini :

  • Pembicara cenderung berbicara cepat tanpa penghayatan.
  • Tidak dapat menyesuaikan dengan situasi dan reaksi pendengar
  • Kalau lupa dengan salah satu kata atau kalimat berpotensi membuat pidatonya gagal.
  1. Metode Spontanitas (Impromptu)

Pembicara tidak menyiapkan naskah, atau tidak membaca naskah. Pembicara hanya memikirkan masalah apa yang akan dikemukakan. Pidatonya benar-benar tidak dipersiapkan, karena biasanya secara mendadak ditunjuk untuk berbicara di depan umum.

Kekuatan metode ini :

  • Kadang terasa lebih segar.
  • Lebih menarik, apabila dalam penyampaian itu banyak digunakan improvisasi.

 Kelemahan metode ini :

  • Tidak lancar, bahkan kacau bagi pembicara pemula, dan keluar suara ee..ee.
  • Kemungkinan gagal total, dan Anda diam seribu bahasa, tidak dapat meneruskan.
  1. Metode Menjabarkan kerangka (Ekstemporer)

Pembicara menyiapkan pokok-pokok isi materi yang akan disampaikan, kemudian menyusunnya dalam bentuk kerangka. Selain itu pembicara membuat catatan khusus yang diperlukan. Misalnya hal-hal yang terkait pasal dan ayat dalam undang-undang, data atau angka-angka yang sulit diingat. Saat sedang berbicara kerangka itu bisa dikembangkan secara langsung dan catatan itu dilihat setiap saat diperlukan.

Berbicara di depan publik dengan metode ini sangat dianjurkan karena sifatnya fleksibel. Isi pidato juga disampaikan secara runtut dan tak ada yang terlupakan. Sementara itu pembicara bebas memandang pendengar untuk membina kontak batin dan keakraban.

Kekuatan metode ini :

  • Pokok-pokok isi materi yang disampaikan tak terlupakan.
  • Penyampaian isi materi runtut.
  • Kemungkinan terjadinya kesalahan kecil.
  • Komunikatif

Kelemahan metode ini :

  • Tangan kurang bebas bergerak karena memegang kertas.
  • Terkesan kurang siap, karena sering melihat catatan.

SEMOGA BERMANFAAT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *