Pre Induction Interview dalam Hipnoterapi

Definisi Pre Induction Interview dalam Hipnoterapi

Definisi Pre Induction Interview dalam Hipnoterapi
Pre Induction Interview dalam Hipnoterapi

Dalam Hipnoterapi dikenal istilah Pre Induction atau Pre Talk, yaitu suatu tahapan saat Hipnoterapis pertama kali bertemu dengan klien dan sebelum proses terapi. Tahapan Pre-Induction sangat penting, bahkan dapat dikatakan jika seorang Hipnoterapis melakukan tahapan ini secara lengkap dan baik, maka akan mempermudah tahapan berikutnya, yaitu terapi atau treatment. Sebaliknya, seorang Hipnoterapis seringkali gagal dalam menangani seorang klien, hanya dikarenakan kurang memperhatikan tahapan ini dengan baik.

Tahapan Pre Induction meliputi hal-hal sebagai berikut :

1. Membangun “Rapport”

Rapport adalah kedekatan psikologis, tepatnya kedekatan di tingkatan pikiran bawah sadar. Metode Hipnoterapi memerlukan kerjasama yang baik antara klien dan Hipnoterapis, demikian juga klien harus menaruh kepercayaan dan merasa nyaman dengan seorang Hipnoterapis. Oleh karena itu seorang Hipnoterapis yang baik harus trampil untuk membangun “rapport” dengan klien, terutama di saat awal interaksi.

2. Intake Interview

Eksporasi data awal dari klien dan permasalahan klien. Dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu melaui form isian, dan juga tanya-jawab langsung. Hipnoterapis harus menggali data sedetail mungkin, agar dapat melakukan analisa dan juga perkiraan teknik terapeutik yang tepat.

3. Exploring Client Modalities

Hipnoterapis harus menggali sumberdaya dari klien, karena prinsip Hipnoterapi moderen adalah Client-Centered Therapy, sehingga akan banyak mendayagunakan sumberdaya klien sendiri. Proses penggalian ini akan sangat bermanfaat terutama untuk menyusun script yang tepat saat terapi.

4. Hypnotherapy Training

Tidak setiap klien memahami dengan baik metode Hipnoterapi, mengingat sebagian besar edukasi mungkin didapatkan secara sepintas melalui layar kaca. Seorang Hipnoterapis harus memberikan edukasi tentang cara kerja Hipnoterapi dan apa yang dapat dilakukan atau yang tidak dapat dilakukan oleh metode Hipnoterapi.  Salah satu kegagalan proses Hipnoterapi seringkali dikarenakan perspekstif yang berbeda antara klien dengan Hipnoterapis tentang metode Hipnoterapi.

5. Test Sugestivitas

Test sugestivitas dimaksudkan untuk mengetahui tingkat dan jenis sugestivitas alamiah dari klien. Selanjutnya Hipnoterapis harus dapat meningkatkan sugestivitas ini melalui langkah “Hypnotic Training”, karena pada dasarnya setiap orang normal dapat dipandu ke kondisi hypnotic, hanya saja waktu dan caranya dapat berbeda.

6. Hypnoterapy Strategy

Dari berbagai informasi yang telah dikumpulkan maka Hipnoterapis mulai dapat merancang langkah-langkah yang akan diterapkan dalam proses rangkaian terapi, mulai dari teknik induksi yang tepat, teknik deepening, dan rangkaian teknik terapeutik yang dianggap paling sesuai dengan permasalahan klien. Rancangan ini juga termasuk jumlah sesi yang akan diterapkan dan didiskusikan terhadap klien.

7. Hypnotherapy Contract

Jika klien telah memahami dengan baik segala hal yang terkait dengan terapi yang akan dilakukan, maka sebaiknya dilakukan Hypnotherapy Contract sebelum pelaksanaan terapi. Hypnotherapy Contract terdapat 2 macam, yaitu lisan dan tertulis. Lisan bermakna bahwa klien sepakat untuk memulai terapi ini, dan tertulis adalah suatu pernyataan bahwa klien telah memahami mekanisme dan langkah-langkah yang diperlukan dalam terapi ini, sehingga tidak menimbulkan klaim yang tidak perlu karena kesalah-pahaman di kemudian hari. Di beberapa negara menyentuh bagian tubuh klien adalah terlarang (misal Singapura), kecuali jika telah diijinkan oleh klien. Kontrak tertulis termasuk mengatur hal ini.

 

SEMOGA BERMANFAAT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *