Pengertian Anchoring dalam Hypnoterapi

Definisi Anchoring dalam Dunia Hipnoterapi

Definisi Anchoring dalam Dunia Hipnoterapi
Definisi Anchoring dalam Dunia Hipnoterapi

Setiap orang pasti mempunyai pengalaman yang buruk atau memalukan, yang peristiwa itu akan teringat kembali disetiap kesempatan tanpa dikehendaki. Biasanya, peristiwa itu bisa kembali muncul karena ada pemicu nya. Contoh saja, ketika seseorang mendengarkan sebuah lagu, pasti dia akan teringat akan kejadian dimasa lalu yang buruk atau apapun yang negatif.

Pertanyaannya, kenapa bisa? kalau mau ditelusuri, pasti orang itu setelah mengalami peristiwa itu, entah secara sadar atau tidak mendengarkan sebuah lagu. waktu pun berlalu, dia pun tidak mendengarkan lagu itu kembali. Tapi, disuatu saat, tanpa sengaja dia kembali mendengarkan lagu itu, peristiwa yang pernah dialami secara otomatis muncul secara cepat dan tanpa ia minta.

Mungkin Anda pernah mengalami masalah seperti itu, dengan kondisi serta permasalahan berbeda. Tapi, persamaannya adalah, ada pemicu yang memunculkan kembali peristiwa tersebut di pikiran. Apakah ada penjelasan tentang hal itu? Jawabannya ada.

Begini, pikiran manusia itu dibagi dua, pikiran sadar (conscious mind) dan pikiran bawah sadar (subconscious mind). Pikiran sadar itu sendiri bersifat analitis, kritis, logika dan detail. Sedangkan pikiran bawah sadar sendiri berfungsi menyimpan hal-hal yang bersifat kebiasaan (baik atau buruk), emosi, memori jangka panjang, kreativitas, kepribadian, persepi, belief serta value. Dan diantara pikiran sadar dan bawah sadar, dibatasi oleh semacam gerbang yang dinamakan Raticular Activating System (RAS). Dalam kesehariannya, 88% (ada juga yang 90%), tindakan manusia itu dipengaruhi oleh pikiran bawah sadar dan sisanya oleh pikiran sadar.

Setelah mengetahui tentang pikiran manusia, penjelasan berikutnya mengapa kejadian yang sudah saya contohkan bisa terjadi. Ketika manusia mencapai usia dewasa, gerbang RAS nya mulai tertutup sempurna dan tidak dapat diperkiran kapan bisa terbuka. Karena, jika sudah terbuka, maka segala informasi apapun akan masuk dengan mudah. Apakah itu informasi yang positif atau negatif. Karena, pikiran bawah sadar itu tidak mengenal benar atau salah.

Nah, dalam kondisi yang saya contohkan sebelumnya, yang terjadi adalah munculnya perasaan emosional akibat dari peristiwa yang dialami. Salah satu kondisi yang bisa membuka gerbang RAS adalah kondisi emosional. Ketika RAS, terbuka, maka informasi yang diterima dengan mudah masuk ke dalam pikiran bawah sadar. Dan ketika RAS terbuka kembali, maka informasi yang disimpan, bisa muncul kembali dipikiran.

Jika dirunut, kenapa bisa muncul, pasti ada sebab atau pemicu. Dalam dunia hipnoterapi dikenal adanya anchoring. Dalam kamus bahasa Inggris, anchoring adalah jangkar, alat yang digunakan kapal kedasar laut yang tidak dalam supaya kapal tidak berpindah tempat.

Sedangkan dalam dunia terapi, seperti ditulis dalam buku “Hypnotherapy, the art of subconscious restructuring” karya Adi W Gunawan, Anchor lebih mudah dimengerti apabila kita menyederhanakanya sebagai konstruk stimulus respon, yaitu bahwa suatu stimulus yang spesifik memicu sekumpulan respon internal dan atau tindakan. Jadi, anchor berfungsi sebagai “penambat” pikiran pada suatu respon. Setiap kali “terkena” anchor, respon kita akan selalu sama.

Dari kutipan itu, ditambah dengan arti anchor yang sebenarnya, bahwa ‘jangkar’ itu tertanam di pikiran bawah sadar. Istilah saya, jika jangkar itu ditancapkan, maka memori atau ingatan akan suatu hal yang diminta atau tidak diminta akan muncul kembali.

Yang tidak diminta, contohnya seperti yang saya sebutan di awal. Lalu apakah bisa anchor yang muncul ketika diminta. Jawabannya bisa. Seperti yang tadi siang saya lakukan ketika menghadiri pelatihan hypnosis fundamental oleh HTII (Hypnosis Tranining Institute of Indonesia). Saya diminta untuk memberikan anchor kepada dua orang peserta pelatihan dengan masalah yang berbeda. Pertama, kepada seorang peramal yang minta agar lebih percaya diri ketika bertemu klien serta menimbulkan rasa senang klien kepada si peramal. Kedua, seorang petugas keamanan yang meminta agar bisa meredam emosi yang suka meledak-ledak.

Akhirnya saya pun menanamkan anchor kepada kedua orang itu. Sebelum menanamkan anchor, saya terlebih dahulu membuat mereka fokus dan rileks agar pikiran bawah sadarnya terbuka. Atau dalam istilah di hipnosis adalah trance. Setelah dirasa sudah cukup dalam serta rileks, penanaman anchor pun dilakukan dengan menggunakan sugesti verbal serta imajinasi. Untuk yang peramal, saya meminta agar membayangkan peristiwa atau kejadian yang membuat dia merasa percaya diri dan yakin melakukan sesuatu. Anchornya pun saya tanam dengan mengepalkan tangan kanannya.

Untuk orang yang kedua, saya minta membayangkan peristiwa atau kejadian dimana ia merasa senang, bahagia atau ceria. Dan anchornya saya tanamkan di bahu kirinya. Jadi, setiap dia memegang bahu kirinya maka memori itu akan secara cepat dan otomatis akan muncul dipikirannya.

Terminasi, atau proses pengembalian dari kondisi trance ke kondisi biasa, saya tanya apa yang dirasakan dan meminta mengakses anchor yang saya tanam. Hasilnya mereka cukup senang dan puas, bahkan si petugas keamanan tersebut ketika memegang bahu kirinya, dia langsung tersenyum dengan ceria. Dan, untuk peramal, ketika mengepalkan tangannya, dengan percaya diri dia mengatakan, “mau diramal pak?”.

Terakhir, ketika melakukan proses anchoring, terutama ketika diminta oleh seseorang, tanamlah dengan memori atau kejadian yang positif atau menyenangkan. Mungkin tidak bisa kita bisa bayangkan ketika kita menanamnya dengan hal negatif. Dan untuk yang mengalami anchoring dengan tidak sengaja, setidaknya lebih mengetahui prosesnya sehingga tidak timbul pertanyaan dikemudian hari.

SEMOGA BERMANFAAT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *