Manfaat Neuro Logical Level (NLL) dalam Model NLP

Neuro Logical Level (NLL) dalam Model NLP

Neuro Logical Level (NLL) dalam Model NLP
Neuro Logical Level (NLL) dalam Model NLP

Neuro Logical Level (NLL) dikembangkan oleh Robert Dilts berdasarkan pemikiran awal dari Gregory Bateson. NLL ini berguna sekali dipakai sebagai model dalam menerapkan berbagai teknik NLP.

Salah satu manfaat penting dari Neuro Logical Level ini adalah untuk membantu kita memetakan suatu masalah dari seorang klien. NLL membantu kita memetakan masalah si Klien berada dalam level apa saja? Dengan demikian, akan mempermudah kita dalam merencanakan tindak lanjut terapi, coaching, atau apapun yang akan kita lakukan pada diri klien. Jadi melalui peta permasalahan yang komprehensif menggunakan NLL ini, Anda bisa merancang berbagai teknik yang diperlukan untuk suatu proses intervensi pada seorang klien.

Neuro Logical Level juga berguna dalam mendefinisikan suatu goal secara sistematis. Dengan diuraikan di berbagai level, maka semua goal bisa menjadi align (selaras dan searah) sehingga kuat bahu membahu ke arah perubahan yang diiinginkan.

Perbedaan Pandangan dalam NLL

Ada beberapa pandangan yang berbeda di NLP mengenai NLL ini, ada yang melihatnya sebagai level hirarkis seperti gambar di atas. Selain itu ada pula para ahli yang memperlakukannya sebagai lingkaran konsentris, dimana bagian dalam adalah yang paling core (utama). Ahli lain memperlakukan NLL  sebagai berkoneksi satu sama lain secara sejajar.

Perbedaan pandangan ini merupakan salah satu topik diskusi yang hangat di kalangan praktisi dan trainer NLP. Wajar saja, bagaimanapun juga NLP ‘hanyalah’ suatu model yang diciptakan manusia, tentunya ada perbedaan pendapat yang saling menajamkan satu sama lain.

Dalam implikasinya, pandangan yang melihat NLL seagai suatu hirarki mempercayai bahwa undakan di atasnya lebih kuat dan akan mempengaruhi level di bawahnya. Jadi mengubah suatu level di atas, akan mempengaruhi semua level di bawahnya.

Well, dari manapun Anda memandang model ini, maka Anda tetap dapat memanfaatkan NLL ini secara bermanfaat.

  1. Level Spiritual / Purpose

Sering disebut juga sebagai “beyond identity connection”.

  • Dalam konteks kehidupan seseorang dapat berarti Agama, Spiritualitas atau Kepercayaan.
  • Dalam konteks organisasi, dapat berarti visi dan misi.

Level ini menjawab pertanyaan “Untuk siapa/apa?” Apa yang kita pikirkan dan lakukan di dalam konteks tertentu, mewakili sebuah tujuan yang lebih tinggi di luar diri kita.

  1. Identitas

Adalah model mengenai diri Anda sendiri. Sering disebut sebagai, citra diri, gambaran diri, jati diri Anda ataupun identitas diri. Level ini untuk menjawab pertanyaan “Siapa saya?” Dalam bisnis, atau dunia kerja adalah identitas perusahaan.

  1. Nilai-nilai dan Keyakinan

Keyakinan adalah prinsip yang akan membimbing langkah hidup kita, apa yang kita percayai dan yakini sebagai hubungan sebab-akibat berdasarkan peng-inderaan kita terhadap sekitar kita. Apa alasan kita memikirkan dan melakukan sesuatu di sebuah konteks tertentu. Nilai-nilai adalah apa yang penting dan yang kita cari. Menjelaskan bagaimana kita memberikan penilaian baik – buruk, penting – tidak penting atas suatu hal. Level ini menjawab pertanyaan “Kenapa?” , memberikan arahan mana yang boleh dan tidak boleh kita lakukan. Dalam organisasi/ bisnis, ini adalah rule of the games yang harus dipatuhi.

  1. Kemampuan

Adalah sama dengan skill, yakni level kemampuan kita atas perilaku tertentu. Ini menyangkut kemampuan yang sudah kita tunjukan maupun belum kita kembangkan sepenuhnya. Melingkupi berpikir strategis maupun skill fisik. Level ini menjawab pertanyaan “Bagaimana?”, apa yang mampu kita lakukan di konteks tertentu. Dalam organisasi / bisnis merupakan suatu prosedur / proses bisnis yang disepakati.

  1. Perilaku

Level ini menjawab pertanyaan “Apa yang Anda lakukan maupun pikirkan?” Merupakan adalah bagian yang terlihat secara indrawi oleh orang lain.

  1. Lingkungan

Level ini menjawab pertanyaan “Di mana, kapan, dan siapa yang terlibat?” Meliputi pengertian di konteks mana suatu hal terjadi, apakah konteks pekerjaan, keluarga, masyarakat, negara, dunia dan lainnya.

SEMOGA BERMANFAAT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *