8 Manfaat Arm Rising Test dalam Hipnoterapi

Manfaat dan Fungsi Arm Raising Test dalam Hipnoterapi

Manfaat dan Fungsi Arm Raising Test dalam Hipnoterapi
Manfaat Arm Raising Test dalam Hipnoterapi

Arm Raising Test sangat penting dikuasai oleh hipnotis dan harus dikuasai sempurna. Teknik ini mempunyai banyak fungsi dan manfaat, bagi terapis maupun klien, sebagai berikut :

  1. ART dapat dikonversi dengan mudah ke kondisi hipnosis.
  2. ART dapat menjangkau orang yang bertipe emotional yang tinggi.
  3. ART adalah cara mudah bagi hipnotis untuk menunjukkan bahwa klien mampu merespon ide-ide sugestif.
  4. ART adalah sebuah latihan, hampir bukan tes, sehingga suyet tidak mungkin gagal.
  5. ART memberikan peluang kepada hipnotis untuk menggunakan teknik induksi yang lain.
  6. ART memberikan peluang kepada hipnotis untuk meningkatkan kadar physical ataupun emotional suggestibility.
  7. ART merupakan teknik yang sangat baik bagi hipnotis pemula atau orang yang belajar.
  8. ART dapat menghipnosis kelompok/massa.

Enam teknik dasar induksi antara lain :

  1. Teknik Eye Fixation (Fiksasi Mata)

Dengan teknik ini, suyet diminta untuk berkonsentrasi pada sebuah objek benda dengan fokus terus dengan objek tersebut. Objek yang bisa digunakan adalah satu titik pandang, ujung jari telunjuk, cahaya, atau apa saja yang bisa membuat suyet terfokus. Dengan fokus pada objek tersebut, mata suyet akan lelah. Teknik ini memanfaatkan kebosanan pada pikiran sadar dan lengah.

  1. Teknik Relaxation or Fatigue of Nervous System (Relaksasi atau Kelelahan Sistem Saraf)

Semua teknik induksi dasarnya adalah membuat suyet merasakan rileks yang dalam. Pada teknik ini, suyet diminta untuk merilekskan seluruh tubuhnya. Mulai dari kepala, bahu, badan, tangan, kaki, hingga ujung kaki. Dengan demikian tubuh akan benar-benar rileks.

  1. Teknik Mental Confusion (Membingungkan Pikiran)

Teknik ini memanfaatkan kebingungan pada pikiran sadar suyet sehingga pikiran sadar suyet lengah dan suyet masuk ke dalam kondisi trance. Saat sibuk mengartikan makna dari ucapan hipnotis (ucapannya memang dibuat untuk membingungkan suyet), pikiran sadar suyet menjadi lengah. Cara lain adalah dengan menginput banyak informasi secara berlebihan sehingga pikiran sadar kebanjiran informasi.

  1. Teknik Mental Misdiretion (Menyesatkan Pikiran)

Teknik ini biasanya digabung dengan Uji Sugestibilitas. Teknik ini memanfaatkan respon fisik suyet terhadap yang diimajinasikan. Contohnya pada Hand Locking Test, pada uji sugestibilitas ini biasanya langsung dikonversikan ke dalam hipnosis. Suyet diminta untuk menggerakkan mata ke atas ke arah ubun-ubun dalam keadaan terpenjam dan disugestikan bahwa mata suyet terkunci rapat.

  1. Teknik Loss of Equilibrium (Kehilangan Keseimbangan)

Ini adalah teknik induksi dengan cara menggoyang-goyangkan tubuh suyet agar masuk ke dalam trance. Ilustrasinya adalah ibu yang menidurkan anaknya dengan mengayun-ayun si anak. Teknik ini biasanya menggunakan kursi goyang atau yang bisa membuat tubuh suyet goyang.

  1. Teknik Shock to Nervous System (Kejutan pada Sistem Saraf)

Teknik ini biasanya digabungkan dengan teknik induksi lain. Intinya adalah pertama, anda harus membuat pikiran sadar suyet bosan dan lengah. Kedua, membuat pikiran sadar “kaget” atau terkejut. Caranya adalah dengan membuat kejutan yang tak disangka oleh suyet. Bisa dengan jentikan jari atau tepukan tangan secara mendadak. Kejutan dapat membuat gerbang pikiran bawah sadar terbuka sementara. Oleh karena itu, kita harus dapat memanfaatkannya dengan baik. Contoh sederhana adalah seperti ini, pada saat kita bertepuk tangan (mengagetkan suyet) kita berkata : “Tidur Nyenyak”. Maka dengan spontan suyet melakukan apa yang kita ucapkan. Teknik ini biasanya termasuk teknik induksi cepat.

 

SEMOGA BERMANFAAT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *