Definisi Reframing dalam NLP

Reframing dalam NLP

Reframing dalam NLP
Reframing dalam NLP

Dalam NLP, reframing adalah salah satu teknik NLP paling berguna. Reframing berdasar pada suatu gagasan bahwa semua makna tergantung pada sudut pandang orang yang mengalaminya. Untukmereframe sesuatu adalah dengan mengubah maknanya dengan cara menempatkan pada konteks yang berbeda. Misalnya, pengalaman buruk bisa tiba-tiba terasa menjadi konyol saat kita meninjaunya ke dalambingkai jangka waktu yang lebih panjang.

Reframing adalah proses mengubah makna suatu ke makna yang lainnya.

Caranya mengubah pemaknaannya biasanya dengan 2 cara :

  1. Diubah begitu saja pada makna lain (reframing meaning/content),
  • Anak kecil kok suka membantah.
  • Oh, dia bukan membantah, dia sedang belajar mempertahankan keinginannya, namun belum tahu cara yang sopan.
  1. Diubah maknanya dengan cara dipindahkan konteksnya (reframing context).
  • Anak kecil kok suka membantah.
  • Oh kemampuan itu akan jadi bekal penting saat nanti ia jadi politisi.

Modeling Humor dengan NLP

Mari kita perhatikan bagaimana seorang pelawak melakukan kelucuannya. Jika Anda amati, maka akan mudah dilihat bahwa para pelawak biasanya melakukannya melalui 2 tahap :

  1. Set Up : Membawa Anda masuk mengikuti logika tertentu.
  2. Punch Line : Tiba-tiba mengubah makna yang tadinya Anda ikuti secara tak terduga.

Untuk mempermudah, mungkin istilah punch line bisa diartikan secara luas sebagai semacam “kalimat yang menohok”. Pendengar yang sedang asyik mendengarkan suatu frame, tanpa mengira tiba – tiba ditohok dengan frame baru sama sekali. Dan frame ini menjadi lucu, karena dibawa ke arah fokus yang tidak disangka-sangka.

Jadi, bagian Set Up dalam humor, di NLP dikenal dengan istilah Preframe (frame awal), sedangkan bagian punch line ini adalah bagian Reframing.

  • Set up = Preframe
  • Punch Line = Reframe

Steve Andreas (salah satu co developer NLP) pernah memberikan contoh lucu sekali mengenai hal ini :

“Kalimat apa yang benar – benar paling Anda ingin dengar diucapkan oleh para sahabat Anda, saat upacara penguburan kematian Anda?”

Kemungkinan besar Anda akan menjawab: “Kami sedih sekali ditinggalkan sahabat kami yang sangat baik, semua orang mencintainya, kami mendoakan agar sehabat saya ini arwahnya diterima oleh Tuhan YME“.

Tapi Steve Andreas mengatakan lain, sama sekali bukan itu. Ia berharap sahabatnya yang berpidato saat ia meninggal akan mengucapkan : “Hai lihat itu Steve Andreas bergerak, ternyata dia nggak jadi mati!”

  • Punch-line yang benar-benar asyik !
  • Rupanya belum menginginkan kematian, masih ingin hidup lebih lama.

Content & Context Metaphor

Yuk kita perluas contohnya, kita kaitkan dalam 2 jenis reframing dalam NLP (content dan context).

Dalam kehidupan saya, pernah lho kurus banget (sebelum 1998), pernah atletis (sebelum 2009), pernah perutnya gendut. Dan kondisi itu untuk beberapa saat saya nikmati. Nah, saat ini, jika seseorang meledek kenapa perut saya gendut, biasanya saya becandain.

Contoh reframing content / meaning :

  • Banyak orang meledek ukuran perut saya terlalu besar.
  • Padahal yang sebenarnya adalah, bagian tubuh saya yang lain yang terlambat pertumbuhannya.

Reframingnya adalah :

  • Perut besar, diganti artinya –> Bagian tubuh lain yang terlambat mengikuti.

Contoh reframing context :

  • Perut saya sering dibilang besar.
  • Yang bilang begitu pasti belum pernah melihat ukuran besar yang di bawah perut saya.
  • Maksudnya jempol kaki.

Reframingnya adalah :

  • Perut besar, dipindahkan konteks –> 2 kali pindah konteks

(1) Bawah perut

(2) Jempol.

SEMOGA BERMANFAAT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *