Tujuan Uji Sugestibilitas dalam Hipnoterapi

Tujuan Sugestibilitas dalam Hipnoterapi

Tujuan Sugestibilitas dalam Hipnoterapi
Tujuan Sugestibilitas dalam Hipnoterapi

Hipnotisability adalah kemampuan seseorang untuk masuk ke dalam alam bawah sadar.

Tipe Sugestibiltas adalah cara seseorang dalam menerima suatu sugesti (Informasi) ke dalam pikiran bawah sadarnya. Sedangkan Sugestibilitas itu sendiri mempunyai arti dasar “cara belajar seseorang”.

Berkebalikan dari pemahaman umum bahwa seorang hipnotis/hipnoterapis memiliki kuasa penuh atas subjek yang sedang dihipnosis, sebenarnya subjek itulah yang menjalankan semuanya, semuanya tergantung dari tingkat sugestibilitas (Kemampuan menerima serta menjalankan sugesti) yang dimilikinya.

Hukum – Hukum Sugestibilitas

Berdasarkan pengertian mengenai tipe sugestibilitas, praktik hipnoterapi yang berhasil membutuhkan pemahaman tentang lima hukum dominan sugestibilitas :

  1. The Law of Reverse Reaction (Hukum Reaksi Berkebalikan)
  2. The Law of Repetition (Hukum Repetisi)
  3. The Law of Dominance (Hukum Dominasi)
  4. The Law of Delayed Action (Hukum Tindakan yang Tertunda)
  5. The Law of Association (Hukum Asosiasi)

Pemahaman dan penerapan hukum dominan sugestibilitas akan sangat membantu kita dalam memanfaatkan kondisi alamiah sugestibilitas klien untuk mempengaruhi dan membantunya keluar atau sembuh dari masalah yang ia alami.

Uji Sugestibilitas (Suggestibility Test) bertujuan :

  1. Menentukan tipe Sugestibiltas klien.
  2. Mengkonversikan uji sugestibilitas ke dalam hipnosis, atau untuk menentukan tekhnik induksi yg tepat untuk klien sesuai dengan tipe Sugestibiltasnya.

Saat melakukan uji sugestibilitas terhadap subjek untuk pertama kali, kita menggunakan metode sugesti Direct yang bersifat memerintah secara langsung. Anda boleh langsung mengkonversikan ke hipnosis jika anda sudah mengenal tipe sugestibilitas subjek. Namun, anda juga tidak perlu mengkonversikan ke hipnosis jika anda sekedar ingin mengetahui tipe sugestibilitas subjek.

Uji Sugestibilitas : Perlukah?”

Setiap Client memiliki tingkat Sugestivitas secara alamiah yang berbeda antara satu dengan lainnya. Sugestivitas alamiah ini dipengaruhi berbagai faktor, antara lain : lingkungan, profesi, intelektual, dsb.

Stage Hypnotist mengkhususkan diri untuk melakukan seleksi cepat untuk menemukan mereka yang memiliki Sugestivitas Alamiah Tinggi. Dalam stage hypnosis, uji sugestibilitas harus dilakukan untuk bisa memilih atau menemukan subjek hipnosis yang mudah. Bisa anda bayangkan apa yang terjadi jika stage hypnotist tidak melakukan uji sugestibilitas dan langsung memilih subjek dari penonton. Akibatnya akan fatal karena subjek tidak akan bisa dihipnosis dengan cepat dan tidak akan ada pertunjukkan yang menarik.

Bagaimana dengan hipnoterapi? Apa perlu uji sugestibilitas?

Hypnotherapist mengupayakan peningkatan tingkat Sugestivitas setiap Client yang ditangani, melalui Hypnotic Training.

Bila mengacu pada SHSS (Stanford Hypnotic Suceptibility Scale) yang dikembangkan oleh Ernest Hilgard maka manusia terbagi menjadi 85% yang moderat, 10% mudah, dan 5% sulit dihipnosis. SHSS ini banyak digunakan sebagai acuan oleh hipnoterapis hingga saat ini.

Dr. Kappas mengembangkan teori sugestibilitas yang menyatakan bahwa manusia terbagai menjadi dua kategori besar yaitu physical suggestibility (sugestibilitas yang bersifat fisik) dan emotional suggestibility (sugestibilitas yang bersifat emosi). Dari penelitian ditemukan bahwa 60% populasi bersifat emotionally suggestible dan 40% physically suggestible. Kelompok emotionally suggestible mempunyai sub kategori yang dinamakan intellectual suggestibility yang mewakili sekitar 5% populasi.

  1. Physical Suggestibility

Jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia, Physical Suggestibility berarti sugestibilitas yang dominan bersifat fisik. Sugestibilitas sendiri mempunyai arti dasar “cara belajar seseorang”. Nah, orang yang bertipe physical biasanya mempelajari sesuatu dengan cara hal-hal yang berkaitan dengan fisik. Yang menggembirakan adalah orang tipe ini mudah untuk dihipnosis, sedangkan kabar buruknya orang yang bertipe physical suggestibility termasuk sedikit. Mengapa orang yang bertipe physical mudah dihipnosis? Sebab, semua tehnik hipnosis umumnya diperuntukkan kepada orang bertipe physical. Anda dapat menggunakan metode sugesti “Direct” (memerintah secara langsung) kepada orang bertipe ini. Ciri mendasar orang yang bertipe Physical adalah lulus uji sugestibilitas dan sangat menurut pada sugesti yang kita berikan.

  1. Emotional Suggestibility

Jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia, Emotional Suggestibility berarti sugestibilitas yang dominan menyangkut masalah emosi. Orang yang bertipe ini, belajar sesuatu cenderung menggunakan sifat/emosinya. Orang bertipe ini berpopulasi lebih banyak dibanding tipe physical dan kabar buruknya rata-rata orang yang bertipe ini susah dihipnosis. Sebab, rata-rata script-script hipnosis bersifat physical. Oleh karena itu, anda diwajibkan menggunakan metode sugesti “Indirect” (bersifat tidak langsung dan cenderung mengajak) kepada orang bertipe ini. Ciri mendasar orang yang bertipe Emotional adalah gagal dalam uji sugestiblitas dan enggan menurut dengan perintah langsung.

 

SEMOGA BERMANFAAT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *