Melumpuhkan Critical Area

Cara Melumpuhkan Critical Area dalam Hipnoterapi

Melumpuhkan Critical Area
Melumpuhkan Critical Area dalam hypnoterapi

Critical Area / Critical Faktor / Security Pikiran merupakan musuh utama untuk Hypnotist. Critical Faktor inilah yang menjadi penentu apakah Hypnotist mampu menyisipkan sugesti kedalam pikiran bawah sadar subjek atau justru sugesti tersebut di tolak oleh subjek di karenakan Critical Faktor subjek yang begitu kuat atau kritis.

Secara sederhana ada 5 cara untuk menembus Critical Area seseorang dan 5 cara ini tengah sering kali terjadi di dalam kehidupan kita sehari-hari :

  • Repetisi / Pengulangan
  • Figur Otoritas
  • Identifikasi Kelompok
  • Emosional
  • Relaksasi Pikiran

Kita sering melakukan pengulangan – pengulangan kalimat atau kata ketika kita hendak menghapalkan sesuatu. Tanpa anda sadari anda telah melakukan Hypnosis terhadap diri anda sendiri karena anda telah melakukan upaya untuk menembus Critical Area anda sendiri dengan teknik Repetition/ Repetisi.

Anda juga pasti pernah ketika dimana anda sedang berbincang dengan sosok yang anda anggap memiliki Otoritas dan sosok tersebut mengatakan sebuah pendapat yang mungkin baru anda ketahui namun anda langsung mempercayainya begitu saja dan bahkan anda menceritakan pendapat sosok tersebut kepada orang lain secara yakin seolah-olah apa yang telah di sampaikan sosok tersebut kepada anda adalah sebuah kebenaran. Kejadian ini juga sering terjadi dalam kehidupan kita yang ternyata membuktikan bahwa Critical Area akan mudah terbuka bilamana mendapatkan saran atau sugesti dari figur yang kita anggap memiliki Otoritas.

Jika kita amati, setiap kali kita tergabung dalam sebuah komunitas, sering kali kita langsung menerima sugesti atau perintah yang kemudian kita laksanakan tanpa kita berfikir kritis. Mengapa bisa terjadi ? ternyata ketika kita masuk dalam komunitas tertentu, kita cenderung untuk menjadi penurut karena ada banyak anggota lain yang melakukan hal yang sama sehingga Critical Area kita sudah tidak bekerja secara normal lagi.

Kita menganggap apa yang banyak di lakukan orang lain (dalam jumlah banyak) adalah sebuah kebenaran. Salah satu contohnya adalah adanya pelaku Bom Bunuh Diri yang mau mengorbankan nyawanya hanya karena percaya dengan yang di katakan oleh sosok guru atau figur otoritas serta di yakini oleh teman sekelompok lainya bahwa dengan cara seperti itu si pelaku bom bunuh diri bisa masuk surga. Dengan demikian maka dapat di simpulkan bahwa ternyata Critical Area juga lemah ketika di hadapkan padasugesti kelompok.

Apa yang akan anda lakukan jika anda bertemu dengan orang yang baru anda kenal kemudian orang tersebut berkata :

“Bu.. Saya Minta Uang Nya Rp 500.000,- Dong”

Saya yakin anda akan menolak permintaan orang tersebut karena anda menganggap bahwa orang tersebut hanya akan merugikan anda. Tapi bagaimana jika suatu hari anda bertemu dengan seorang wanita yang sedang menggendong anak balita dalam keadaan menangis dan ibu itu berkata :

“Bu.. tolong saya.. saya sudah satu minggu ini tidur di pinggir jalan.. saya bingung harus bagaimana,s aya ingin pulang kampung tetapi tidak memiliki biaya. Suami saya kecelakaan dan telah meninggal dunia sehingga saya tidak dapat membayar biaya sewa rumah yang saya tempati. Bisakah bapak memberikan uang kepada saya Rp 500.000,- untuk biaya saya naik bus ke kampung halaman saya dan makan?

Apa yang akan anda lakukan? saya yakin anda akan tergugah dan akan memberikan uang kepada wanita itu tanpa anda berfikir kritis untuk tidak mempercayainya. Critical Area anda telah di permainkan dengan memanfaatkan Emosional anda dengan cara membuat anda iba / kasihan/ sedih. Bahkan sering juga kita temui pola pemanfaatan Emosional seperti ini dalam konteks kebahagiaan dan biasanya pelaku kejahatan In Direct Hypnosis memberikan berita kepada anda bahwa seolah-olah anda telah memenangkan undian berhadiah sehingga anda merasa sangat bahagia dan pikiran sadar anda sudah mulai lengah untuk berfikir kritis.

Apa sebenarnya yang membedakan ketika anda merasa begitu sulit untuk menghapalkan teks atau naskah yang merupakan kewajiban untuk anda hapalkan sedangkan anda menjadi begitu mudah menghapalkan syair lagu yang sebenarnya tidak wajib anda hapalkan?

Ketika anda dalam keadaan tegang maka sudah di pastikan bahwa anda akan merasa kesulitan untuk memasukan ilmu atau saran kedalam pikiran bawah sadar anda. Namun sebaliknya ketika anda dalam keadaan rileks, anda akan sangat mudah untuk mencerna informasi yang anda terima.

Saat anda bernyayi, anda masuk dalam keadaan rileks dan santai sehingga tanpa anda sadari lirik yang anda nyanyikan justru masuk secara sempurna ke dalam pikiran bawah sadar anda dan secara otomatis anda langsung hapal lirik tersebut. Dalam keadaan rileks pikiran manusia cenderung lebih mudah untuk di berikan saran yang akan masuk kedalam pikiran bawah sadar.

Rileks ini akhirnya di buat secara sengaja dan manusia di buat masuk ke dalam rileks yang dalam dengan metode Relaksasi Pikiran yang menggunakan Audio, Formal Hypnosis, dll.

 

SEMOGA BERMANFAAT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *