Inilah Pembagian Pikiran Manusia dalam Hypnoterapi

Pembagian Pikiran Manusia dalam Hipnoterapi

Pembagian Pikiran Manusia dalam Hipnoterapis
Pembagian Pikiran Manusia dalam Hipnoterapis

Setelah tahu beberapa hal tentang istilah dasar Hypnotherapy, saatnya kita kenalan lebih dalam lagi dengan Hypnotherapy. Nah, sebelum lanjut, kita menilik ke belakang dulu tentang manusia primitif. Pada zaman dahulu kala, ketika manusia masih sangat primitif, dorongan insting Fight (melawan) dan Flight (lari) masih dominan. Ketika manusia primitif menghadapi tantangan atau bahaya, mereka merespon dengan FIGHT atau FLIGHT. Tantangan itu bisa berupa perubahan alam, gempa, gunung meletus, binatang liar atau suku-suku lain.

Pada masa yang semakin maju, manusia semakin berkembang, ada kebutuhan untuk bersosial dan perasaanpun juga terus berkembang. Ada rasa gak enak, malu, merasa bersalah, sedih dan tanggung jawab. Insting Fight dan Flight tidak hilang dari diri manusia, melainkan tetap ada. Hanya saja, manusia tidak lagi yang dihadapi adalah binatang liar, tetapi juga tekanan pekerjaan, persaingan dan hubungan-hubungan kompleks lainnya.

Jika zaman dahulu yang dihadapi adalah binatang yang liar, maka ketika binatang liar tersebut sudah mati atau pergi, maka insting Fight dan Flight nya beristirahat. Saat ini tekanan pekerjaan dan faktor tantangan hidup lainnya terus menerus terjadi walaupun hanya ada di dalam pikiran manusia. Inilah yang menyebabkan terjadi stress, galau, depresi, trauma dan lain sebagainya. Seluruh syaraf, hormon dan organ-organ di dalam tubuh manusia pun merespon seolah-olah sedang terus menerus menghadapi bahaya. Padahal hanya ada di pikiran. Hormon stress pun dikeluarkan, sehingga otot menjadi lebih tegang dan kencang. Tekanan darah dan detak jantung meningkat. Indera menjadi lebih sensitif. Pada kondisi ini manusia siap untuk melakukan Fight and Flight.

Walaupun respon stress itu juga bermanfaat, tetapi dalam jangka panjang dapat merusak tubuh manusia. Daya tahan manusia menjadi menurun, radikal bebas banyak diproduksi, regenerasi sel berkurang dan fungsi – fungsi metabolisme menjadi abnormal serta reproduksi menjadi berkurang.

Apa yang terjadi jika seseorang sudah “overload” tidak mampu menanggung beban secara mental? Orang tersebut akan melakukan FLIGHT (lari). Lari ke mana? Yaitu lari ke gejala-gejala psikis sampai ke gejala fisik. Gejala psikis bisa bermacam-macam, ada yang stress, galau, depresi, trauma, mania, menjauhi, sering melamun dan masih banyak lagi yang paling parah adalah menjadi gila. Gejala fisik yang menjadi pelarian bisa berupa maag, lupus, kanker, jerawat, dismenhorea (kelainan menstruasi), impotensi dan masih banyak lagi. Pelarian ke gejala fisik yang akut (cepat dan kuat) bisa membuat seseorang langsung memasuki kondisi hipnosis, yaitu ke alam bawah sadarnya. Pada kondisi ini mirip dengan orang yang pingsan seketika ketika menyaksikan kabar yang buruk atau ketakutan.

Nah, seseorang yang pelariannya ke arah gejala psikis inilah yang sebenarnya juga termasuk auto-hipnosis, secara otomatis memasuki hipnosis sendiri. Hanya saja tidak terkontrol dan seringkali berefek negatif.

Bagaimana dengan Hypnoterapi? Hypnotherapy adalah memanfaatkan momen tersebut dengan kondisi yang terkontrol dan dibimbing oleh Hypnotherapist. Cara memasuki kondisi hipnosisnya pun dengan teratur dan terkontrol. Ketika seseorang dalam kondisi ini, maka terapi bisa dilakukan di berbagai tingkatan pikiran atau kesadaran.

Bicara tentang pikiran atau kesadaran, manusia mempunyai beberapa tingkatan pikiran atau kesadaran. Masing-masing mempunyai perannya sendiri. Pikiran-pikiran ini berupa software dari hardware sistem syaraf manusia. Di dalam dunia kedokteran dikenal sebagai sistem saraf pusat, tepi, simpatik, parasimpatik dan lain-lain. Ada organ yang dikendalikan oleh pikiran sadar kita, namun juga ada sebuah sistem untuk mengendalikan bagian tidak sadar diri kita. Contoh mudahnya seperti :

  1. Jantung yang berdetak. Ketika kita marah, detak jantung menjadi meningkat. Pesan untuk meningkatkan detak jantung berasal dari pikiran bawah sadar manusia. Jantung juga terus berdetak walaupun tidak kita minta secara sadar.
  1. Paru-paru yang terus melakukan respirasi. Tanpa diminta juga terus bekerja, ini ditangani oleh pikiran tidak sadar kita. Sedangkan perubahan kecepatan pernapasan atau panjang pendeknya diatur oleh pikiran bawah sadar kita.
  1. Ketika ada debu yang menuju ke mata kita, secara refleks, sebelum debu tersebut masuk, kita sudah mengedipkan mata. Padahal mata atau pikiran sadar kita tidak dapat melihat debu yang mengarah ke mata.
  1. Peristiwa Inisiasi Menyusui Dini yang terjadi pada Bayi yang baru lahir. Bayi dapat secara bawah sadar mencari puting susu ibunya. Secara bawah sadar juga si bayi bisa menggerakkan mulut dan lidahnya untuk menyedot ASI dari ibunya.

Pembagian Pikiran Manusia

Mari kita sederhanakan pembagian pikiran manusia ini menjadi Pikiran Sadar, Pikiran Bawah Sadar dan Pikiran Tak Sadar. Seringnya yang diketahui oleh masyarakat adalah Pikiran Sadar dan Pikiran Bawah sadar saja :

  1. Pikiran Sadar (Conscious)

Pikiran sadar manusia ini mempengaruhi kehidupan manusia hanya 10 – 12 % saja. Ini adalah pikiran yang sering digunakan manusia ketika sadar sepenuhnya. Fungsinya: mengidentifikasi informasi yang masuk, membandingkan, menganalisa dan memutuskan.

  1. Critical Area atau Logic Filter

Adalah bagian pikiran yang berfungsi untuk menyaring informasi yang masuk. Tidak semua informasi yang masuk diijinkan masuk ke bawah sadar. Critical Area ini dapat menebal ataupun menipis. Jika menebal, semakin susah Pikiran sadar berkomunikasi dengan Pikiran Bawah sadar.

  1. Pikiran Bawah Sadar (Sub-conscious)

Pikiran ini mempunyai pengaruh sampai 90 persen kepada kehidupan manusia. Pikiran bawah sadar mempunyai fungsi :

  1. Kebiasaan (habit)
  2. Emosi
  3. Memori Jangka Panjang
  4. Kepribadian
  5. Intuisi
  6. Kreatifitas
  7. Persepsi
  8. Belief (kepercayaan segala sesuatu) dan value (nilai-nilai yang dianut)

Belief ini tidak hanya tentang agama seseorang atau kemanannya, termasuk pada hal-hal lain. Contoh : seseorang yang yakin bahwa dirinya alergi terhadap sesuatu, maka tubuh pun meresponnya sama seperti orang yang benar-benar alergi terhadap hal itu.

Sedangkan Value atau nilai berperan untuk membantu seseorang memilih suatu tindakan atau perilaku. Contoh : Bagi orang Jogja, tidak boleh langsung makan makanan yang disediakan oleh tuan rumah. Sebaiknya menunggu dipersilhkan.

  1. Pikiran Tak Sadar (unconscious)

Area pikiran ini adalah pikiran yang berperan untuk mengontrol fungsi-fungsi tubuh manusia agar tetap hidup. Seperti: detak jantung, pernapasan, pencernaan, peredaran darah dan lain-lain.

Oleh karena itu jika Sobat diterapi dengan hanya menyentuh pikiran sadar saja, hasilnya hanya bersifat sementara. Hipnoterapi membantu seseorang untuk mengubah apa yang ada di dalam pikiran bawah sadarnya, agar memudahkan pikiran sadar memilih respon yang lebih baik.

 

SEMOGA BERMANFAAT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *