Tips Menggunakan Musik Untuk Bantu Proses Pembelajaran

Cara Jitu Menggunakan Musik Untuk Membantu Proses Pembelajaran

Musik Untuk Membantu Proses Pembelajaran
Musik Untuk Membantu Proses Pembelajaran

Proses belajar memerlukan kondisi fisik, mental, dan emosional yang mendukung information-intake (memasukkan informasi ke dalam otak). Kondisi optimal untuk information intake adalah saat seseorang berada dalam kondisi alfa.

Apa itu kondisi alfa? Kondisi itu merupakan suatu kondisi dimana getaran gelombang otak manusia berada pada kisaran 8-12 Hz. Kondisi Alfa optimal adalah frekuensi 10,5 Hz. Ada beberapa cara untuk bisa masuk dalam kondisi ini. Diantaranya adalah dengan teknik relaksasi, meditasi, pernapasan, visualisasi, dan mendengarkan musik. Cara yang paling mudah adalah dengan menggunakan bantuan musik.

Mengapa musik? hal ini disebabkan tubuh kita mengikuti ritme musik tersebut. Dalam kondisi normal jantung manusia berdetak sekitar 100 kali dalam satu menit. Dalam keadaan rileks atau istirahat, detak jantung manusia akan turun menjadi 60-70 kali per menit. Apabila kita mendengar musik dengan tempo 55-70 bit per menit, maka otak akan menangkapnya dan menyesuaikan kecepatan jantung mengikuti tempo lagu yang didengar.

Jadi jenis musik yang bisa didengarkan :

  1. Gunakan musik instrumen dengan tempo 55-70 bit per menit
  2. Musik instrumen sebaiknya murni dari lagu instrumental. Mengapa? agar dalam proses belajar, dalam otak kita tidak terjadi interferensi, sehingga kita tetap dapat berkonsentrasi.
  3. Untuk mudahnya gunakan musik klasik dari zaman Baroque.

Yang perlu diperhatikan :

  1. Gunakan musik instrument yang tidak mengandung memori negatif, sehingga tidak menghambat proses belajar kita.
  2. Gunakan tape player yang berkualitas baik. Kualitas suara yang baik berguna untuk mengeset mood sehingga dapat meningkatkan fokus dan konsentrasi (passive and active concert). Pada prinsipnya musik dimainkan sampai kita merasa nyaman. Karena walaupun dengan volume kecil, otak kita tetap dapat mendengar dan memproses musik ini.
  3. Mendengarkan musik klasik sangat membantu merangsang sel otak kita. Penelitiannya membuktikan bahwa ada overlapping pada sel otak yang memproses musik, bahasa, logic-mathematic, dan abstract reasoning. Mengapa musik klasik? Karena musik ini tidak mengandung kata-kata sehingga tidak akan terjadi interferensi auditori.
  4. Musik yang bagus digunakan saat kerja kelompok adalah musik klasik yang digunakan dengan tempo yang agak cepat (100-140 bpm).
  5. Proses belajar tidak selamanya dalam kondisi alfa, bila dibutuhkan konsentrasi dan pemikiran yang serius maka gelombang otak akan bergeser menuju kondisi Beta (12-25Hz).

contoh-contoh musik

Untuk relaksasi :

  • the four seasons (vivaldi)
  • Water Music (handel)
  • Afternoon of a faun (debussy)

Untuk konsentrasi/fokus :

  • Flute concerto (vivaldi)
  • Concerto Grosssi #4, 10-12 (corelli)
  • C Major Piano Concerto (Mozart)

 Untuk membangkitkan semangat :

  • Alexander’s Feast (handel)
  • Well tempered Klavier (bach)
  • Divertimento (Mozart)

SEMOGA BERMANFAAT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *