7 Psikodinamika Simtom yang Wajib diketahui Oleh Hypnoterapis

7 Psikodinamika Simtom

7 Psikodinamika Simtom
7 Psikodinamika Simtom

Kita seorang hipnoterapis? Sudah lama malang melintang dalam kegiatan hipnoterapi? Atau mungkin baru saja mempelajari hipnosis dan hipnoterapi? Sudah tahukah kita mengenai psikodinamika simtom?

Apa Itu Simtom?

Simtom adalah gelaja. Simtom dalam kegiatan hipnoterapi adalah sebutan bagi gejala mengenai suatu permasalah yang dirasakan atau dialami oleh klien. Singkatnya simtom adalah sinyal-sinyal yang menandakan jika klien sedang bermasalah.

Mengapa Simtom Ada?

Simtom ada karena ada penyebabnya. Seperti karakter dari simtom itu sendiri yang merupakan gelaja dari suatu masalah, simtom sendiri lahir akibat mekanisme diri klien sendiri. Ketika diri klien bermasalah, ada bagian dalam diri klien yang bertugas untuk melindungi dirinya. Nah, mekanisme untuk melindungi diri inilah yang akhirnya terwujud dalam bentuk simtom-simtom suatu masalah.

Pengetahuan Wajib Hipnoterapis Mengenai 7 Psikodinamika Simtom

Sebagai seorang hipnoterapis, kita wajib mengetahui pengetahuan mengenai simtom ini. Mengapa? Tentu saja sebagai seorang hipnoterapis bukan tidak mungkin jika setiap menerapi klien hipnoterapis akan bersentuhan dengan simtom-simtom ini. Simtom ini sebenarnya berakar dari satu atau sekumpulan sebab.

Ulasan 7 Psikodinamika Simtom berikut ini :

1. Menghukum diri sendiri

Ada klien yang bermasalah dan masalah itu tidak ia maafkan. Artinya dirinya sendiri tidak memaafkan tindakannya. Akibatnya dirinya menghukum dirinya sendiri. Klien seperti ini harus dibimbing untuk memaafkan dirinya sendiri.

2. Akibat pengalaman masa lalu

Masalah yang ditimbulkan sekarang akibat dari pengalaman buruk masa lalu. Dan sampai sekarang pengalaman negatif itu masih diingatnya. Oleh karena ini klien seperti ini harus difasilitasi untuk memaafkan masa lalu dan merubah pengalaman negatifnya.

3. Terjadinya konflik internal (diri)

Masalah klien yang ditimbulkan karena ada pertentangan dari dua bagian atau lebih dalam diri. Misalnya yang satu ingin kita beristirahat karena kecapaikan. Yang satunya lagi terus mengajak untuk kerja supaya dapat membayar hutang dan cicilan bulanan.

4. Ada masalah yang belum selesai

Terkadang masalah yang belum terselesaikan sering membuat klien mendapatkan masalah baru. Jadi alangkah lebih baiknya jika setiap masalah harus diselesaikan. Peran hipnterapis adalah menemukan akar masalah dan membantu menyelesaikannya.

5. Adanya secondary gain

Istilah lainnya adalah kepribadian ganda. Misalnya saja ada klien yang sering sakit karena menganggap jika dengan sakit maka orang-orang akan memperhatikannya. Mengapa? Bisa saja jika dirinya sehat orang disekitarnya tidak akan memperdulikannya. Hal-hal seperti inilah yang harus dicermati hipnoterpis.

6. Terlalu mengidolakan

Terlalu mengidolakan tokoh idola. Misalnya sebenarnya tubuhnya sudah ideal. Namun masih tetap saja ingin langsing. Usut-punya usut ternyata dirinya ini mengidolakan artis korea yang sangat langsing. Hal inilah yang perlu ditemukan oleh hipnoterapis.

7. Imprint

Keyakinan yang sudah mengakar dalam pikiran klien. Mungkin saja keyakinan ini sudah tertanam sejak lama. Bisa juga keyakinan ini ditanamkan oleh orang yang memiliki otoritas lebih tinggi. Untuk menyelesaikan masalah ini hipnoterapis dapat menemukan terlebih dahulu asal muasal keyakinan klien.

 

SEMOGA BERMANFAAT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *