5 Elemen dari Bahasa Tubuh Untuk Penyampaian yang Baik dalam Retorika

Lima Elemen Bahasa Tubuh dalam Penyampaian Retorika

Bahasa Tubuh Retorika
Bahasa Tubuh Retorika

Bahasa tubuh adalah komunikasi pesan nonverbal. Bahasa tubuh merupakan proses pertukaran pikiran dan gagasan dimana pesan yang disampaikan dapat berupa isyarat, ekspresi wajah, pandangan mata, sentuhan, lambang, diam, waktu, suara, serta postur tubuh dan gerakan tubuh.

Sikap Lebih Penting daripada Kecerdasan

Sikap komunikator merupakan faktor yang paling penting dalam komunikasi efektif. Sikap seseorang jauh lebih penting daripada kecerdasannya dalam berkomunikasi dengan orang lain. Seseorang bisa saja sangat terlatih dan berkemampuan tinggi dalam seni komunikasi, tapi memiliki sikap pemarah dan pencela. Sikap negatif ini ditempatkan di tingkat bawah bahasa yang diucapkan dan pada akhirnya audiensi akan lebih merespons sikap itu daripada kata-katanya.

Sikap yang paling kelihatan dari komunikator yang efektif adalah sikap gembira mereka bukan hanya kegembiraan sementara atau kehangatan interpersonal yang dibuat-buat, tapi kegembiraan yang sepertinya berasal dari lubuk hati terdalam. Biasanya orang-orang seperti ini telah menjalani asam garam kehidupan, mereka sudah berhasil bertahan dan menerima tragedi kehidupan, dan mereka masih tetap memilih merangkul keindahan dan misteri kehidupan.

Anda akan mengetahui kehadiran mereka di dekat Anda karena biasanya mereka membuat Anda merasa tenang, rileks dan percaya. Seperti binatang yang dapat merasakan ketakutan pada sebagian orang dan merasakan cinta pada sebagian yang lain, Anda juga dapat merasakan sikap gembira pada orang-orang ini. Pada saat itu, kata-kata tidak terlalu penting lagi.

Tanpa sikap positif yang membentuk dan mempengaruhi proses komunikasi ini, sebagian besar latihan kemampuan komunikasi akan sia-sia. Pada akhirnya, hati lebih penting daripada kepala.

Terdapat lima elemen bahasa tubuh penyampaian yang baik dalam retorika yaitu tubuh dan gerakan tangan :

  1. Tubuh

Tubuh Anda mengomunikasikan banyak hal tentang Anda kepada orang lain. Pertama-tama yang akan dilihat audiensi pada Anda adalah penampilan Anda secara keseluruhan saat Anda berada di podium atau tengah panggung. Penampilan Anda dari segi baju dan perawatan diri akan memberi dampak signifikan pada audiensi.

Pakaian pembicara dapat menambah atau mengurangi kefektivan presentasi. Pakaian formal sering dapat meningkatkan kredibilitas pembicara di depan audiensi, sedangkan baju yang semarak, lusuh, atau mencolok dapat mengganggu, menjengkelkan, dan bahkan membuat marah audiensi. Anda tidak perlu harus menggunakan tuksedo atau gaun malam, Anda harus memikirkan dengan cermat mengenai audiensi dan peristiwanya, pilihlah baju yang cocok. Ini bukan waktunya mengaduk-aduk bagasi mobil Anda dan melemparkan celana, T-shirt pantai yang kotor, dan sandal karet.

Merawat diri juga penting untuk dipikirkan ketika mempersiapkan pidato Anda. Mandi pancuran air hangat dan percikan minyak wangi atau parfum tak hanya akan memperbaiki penampilan Anda, tetapi juga membuat Anda merasa lebih baik terhadap diri Anda sendiri.

Begitu Anda sudah berada di podium, audiensi Anda akan memeriksa postur keseluruhan Anda. Sebelum mulai berbicara, beri jeda paling tidak tiga detik untuk membagi sama berat beban pada kedua kaki Anda. Jangan memberi beban lebih banyak pada satu kaki daripada kaki lain. Berat yang sama, ini yang kami inginkan disini. Dan jangan melebarkan kaki Anda dari lebar bahu. Sedikit lebih rapat lagi malah lebih baik. Pertahankan punggung tetap tegak, dan Anda bisa menggerakkan bahu ke arah atas dan samping dari audiensi. Jangan mengarahkan bahu pada audiensi, tetapi gerakkan bahu Anda membentuk persegi.

Biarkan tangan Anda menggantung di sisi-sisi tubuh Anda dengan bebas saat anda memanfaatkan jeda sebelum berbicara. Kesalahan umum yang dibuat oleh para pembicara baru adalah mereka tidak berhenti sejenak dan tidak bersiap dulu sebelum berbicara. Mereka tergesa-gesa dan mulai berbicara dengan gugup bahkan sebelum mereka sampai di podium. Itu mengirim pesan nyaring kepada audiensi. Pesan itu mengatakan pembicara sedang gugup, cemas, dan tidak bisa mengendalikan diri. Manfaatkan tiga detik itu untuk memusatkan diri Anda sendiri. Itu akan sepadan untuk sisa waktu pidato Anda.

Ketika seorang individu menghadapi audiensi, respons normal adalah diam terpaku. Tidak bergerak. Namun gaya penyampaian yang kaku dan tanpa bergerak terlihat monoton meski hanya untuk periode waktu tidak lama, dan itu hanya akan membuat Anda, sang pembicara, semakin tegang, dan gelisah. Gerakan tubuh diperlihatkan untuk menarik perhatian audiensi. Anda tidak perlu menarik gerobak menyebrangi ruangan atau melakukan lompatan salto be;akang di bawah podium, tetapi ada gerakan tubuh yang berguna untuk mempertahankan ketertarikan audiensi dan menekankan pentingnya poin-poin.

Berbicaralah diluar podium, berjalan sedikit menjauhinya dan berbicara dari samping podium untuk mengomunikasikan gaya berbicara yang lebih informal. Gaya bicara lebih informal dan natural ini bermanfaat dalam sebagian besar situasi berbicara di depan umum. Jika audiensi bisa mendengar suara Anda tanpa menggunakan mikrofon podium, maka menjauhlah dari podium ketika Anda berbicara. Ini akan memberi Anda lebih banyak ruangan untuk gerakan tubuh dan gerakan tangan.

Anda juga akan melihat manfaat dari berjalan dua atau tiga langkah kecil ke kanan atau ke kiri ketika Anda menyatakan transisi poin utama atau menekankan frasa yang penting dalam pembicaraan Anda. Itu disebut berjalan menuju poin-poin Anda. Gerakan berjalan ini menangkap perhatian audiensi dan secara visual menegaskan transisi dari satu poin ke poin lain. Berjalanlah pelan-pelan ketika Anda melakukan ini, jangan terburu-buru. berjalan-jalanlah perlahan ke poin Anda selanjutnya.

Jika Anda ingin lebih intim dengan audiensi Anda, berjalanlah beberapa langkah ke arah mereka. Hati-hati agar tidak jatuh dari panggung, berjalanlah menuju audiensi. Gerakan ini berfungsi dengan baik saat Anda memberi kalimat pembuka untuk sebuah lelucon atau klimaks di akhir cerita. Anda bisa melakukann kebalikannya, yaitu berjalan menjauhi audiensi, ketika Anda ingin menyuarakan emosi yang kuat. Hanya beberapa langkah yang Anda butuhkan.

Kata terakhir mengenai gerakan tubuh. Terlau banyak gerakan, gerakan yang tidak berhubungan, atau pengulangan gerakan dapat mengganggu audiensi. Gunakan gerakan tubuh Anda untuk mengarahkan perhatian dan menekankan poin selama Anda berbicara. Gunakan dengan hati-hati.

  1. Gerakan Tangan

Gerakan tangan Anda terdiri atas gerakan tangan dan lengan selama pidato Anda. Gunakan gerakan tangan untuk menekankan dan mengekspresikan ide serta emosi. Kecenderungan normal bagi seorang pembicara pemula, ketika mengahadapi audiensi, adalah mencengkeram erat pinggir podium, saling menggenggamkan kedua tangan di depan atau di belakangbadannya, atau kedua tangan kaku tak bergerak di sisi tubuh. Ini hanya akan menambah kegugupan pembicara. Ada dua teknik praktik luar biasa yang biasa Anda gunakan untuk membuat tangan dan lengan Anda rileks.

Yang pertama kita sebut teknik hula bisu. Seperti penari hula Hawaii, Anda bisa berkomunikasi atau menyampaikan sebagian pidato tanpa kata-kata, hanya dengan mengguanakan tangan dan lengan untuk mengekspresika pikiran dan perasaan. Sepertinya konyol, tetapi teknik itu membuat pikiran Anda terbebas dari kata-kata dalam pidato dan memfokuskan kembali perhatian Anda pada gerakan tangan Anda. Anda akan senang mendapati betapa tangan Anda bagaikan hidup begitu Anda melupakan keta-kata dan berkonsentrasi pada pesan.

Teknik kedua menyantaikan lengan dan tangan Anda disebut menangkap hujan. Menangkap hujan persis seperti air harfiahnya. Anda berdiri dengan kedua tangan dengan nyaman dijulurkan ke depan, dengan siku di samping Anda. Lalu mulailah melatih pidato Anda. Satu-satunya aturan dalam prkatik teknik ini adalah lengan dan tangan Anda tidak boleh jatuh dibawa pinggang. Hanya itu satu-satunya peraturannya. Saat Anda berbicara, Anda akan melihat lengan Anda mulai bergerak sendiri begitu Anda berbicara. Sepertinya mereka mempunyai nyawa sendiri. Gerakan kecil dulu pertama-tama, dan semakin tegas gerakannya saat pembicaraan Anda semakin mendalam. Tak ada yang tahu mengapa itu berhasil. Namun, begitu pikiran Anda dipenuhi oleh obrolan mental Anda, pikiran akan lupa dengan tangan dan lengan, dan tubuh akan mengambil alih.

  1. Karakteristik Vokal

Ada enam aspek mengenai suara yang pantas untuk disinggung di sini. Karaktersitik suara Anda ditentukan oleh kecepatan, volume, titinada, perubahan suara pengucapan dan variasi vokal.

Kecepatan berbicara Anda biasanya diukur dalam jumlah kata per menit. Jika Anda berbicara terlalu lambat, Anda menghadapi risiko kehilangan perhatian audiensi Anda. Jika Anda berbicara terlalu cepat, audiensi Anda akan mengalami kesulitan memahami Anda. Selain itu kecepatan terlalu tinggi  dapat mengganggu atau menjengkalkan audiensi. Salah satu tanda pembicara yang berpengalaman adalah kemampuan mengubah-ubah kecepatan berbicara. Kesalahan umum di sini adalah para pembicara pemula yang berbicara terlalu cepat. Dalam hal ini, Anda harus berhenti sejenak setelah kalimat dan frasa yang panjang dan ambil napas dalam-dalam.

Volume adalah kekerasan suara Anda. Dalam berbicara di depan umum, Anda harus berbicara cukup nyaring agar pendengar Anda di baris belakang dapat mendengar Anda tanpa hambatan. Jika orang-orang di belakang kelihatannya mengalami kesulitan, berhentilah berbicara dan tanyakan kepada mereka apakah suara Anda bisa didengar. Berbicaralah lebih keras bila mereka tidak bisa mendengar Anda. Suara yang lemah tidak hanya akan menimbulkan kesulitan pada adiensi untuk mendengar pidato Anda, namun juga bisa di interpretasikan sebagai tanda berdiam diri, lemah atau takut.

Titinada mengacu pada tinggi rendah suara Anda, ini bisa dianggap sebagai tingkatan suara Anda dalam skala musik. Setiap individu mempunyai tingkat titinada natural. Gerakan titinada bisa naik atau turun dari tingkat titinada natural yang dikenal sebagai perubahan nada suara (inflection). Perubahan nada suara dipakai untuk memberi penekanan pada kata atau frasa tertentu. Pembicara yang tidak pernah mengubah-ubah titinada (perubahan nada suara) pada suaranya akan mempunyai cara bicara yang monoton. Suara yang monoton adalah suara yang membosankan setelah beberapa menit.

Perubahan nada suara adalah alat verbal yang kuat dalam penekanan pidato, dan itu adalah obat paling efektif untuk penyampaian yang monoton. Satu metode terkahir untuk perubahan suara monoton disebut latihan bernyanyi. Reka-reka melodinya saat Anda berlatih. Jangan menyanyikan melodi dari lagu yang Anda kenal. Biarkan kata-kata dan melodi mengalir dengan sendirinya. Ini mungkin konyol pada awalnya, tetapi peduli amat? Pokoknya bisa menghentikan kebiasaan monoton Anda.

Ucapan terdiri atas artikulasi dan pelafalan. Artikulasi didefinisikan sebagai kemampuan melafalkan huruf-huruf dari kata-kata dengan benar, sedangkan pelafalan adalah kemampuan melafalkan seluruh kata dengan benar. Ada tiga penyebab umum artikulasi masalah yaitu pengganti bunyi, kata dengan teknik slur, dan penghilang suara.

Karakteristik terkahir suara Anda adalah variasi suara. Variasi suara mengacu pada varian atau kisaran yang Anda berikan pada kecepatan, volume, dan titinada pembicaraan Anda. Anda akan ingat kembali bahwa perubahan nada suara varian atau perubahan dalam titinada. Ini memberi suara Anda variasi vokal. Varian dalam volume dan kecepatan berbicara Anda juga memainkan pran penting agar pidato anda tetap menarik dan hidup. Variasi vokal dalam titnada Anda, volume dan kecepatan mencegah penyampaian pidato yang monoton, dan audiensi Anda tak akan ketiduran lebih cepat dibandingkan dengan pidato monoton.

  1. Ekspresi Wajah

Riset menemukan bahwa, ketika hubungan sudaj dibangun, wajah adalah area yang paling banyak dipandang orang untuk mengamati dan mengevaluasi respons emosional orang lain. Sebagai pembicara publik, ekspresi wajah Anda penting dalam komunikasi Anda. Walaupun banyak audiensi di barisan belakang tidak akan bisa melihat ekspresi Anda secara mendetail, semua pendengar Anda akan mengira-ira bagaimana perasaan Anda dan siapa Anda dengan melihat petunjuk di wajah Anda. Selain perilaku kontak mata Anda, kemapuan Anda untuk menggunakan mulut dan wajah untuk menekankan, menonjolkan, dan mengilustrasi emosi tidak bisa diabaikan.

Ekspresi wajah dan kebiasaan adalah salah satu dari gerakan paling sulit untuk diubah atau dimodifikasi, terutama karena kita tidak menyadarinya. Seperti bunyi suara kita, ekspresi wajah bagaikan mempunyai nyawa sendiri, di luar kesadaran kita. Kita tidak bisa melihat wajah kita sendiri saat kita menjalani kehidupan kita sehari-hari. Tentu saja kita bisa melihatnya dengan cermin, foto, atau videotape, namun itu hanya sejenak. Jadi, wajah kita sebenarnya memang asing bagi kita.

Satu hal penting mengenai ekspresi wajah saat Anda berpidato adalah ‘tersenyumlah’. Mungkin ini terdengar basi, tetapi harus. Anda harus tersenyum. Tahukan Anda bahwa menggerakkan lebihn sedikit otot untuk tersenyum daripada mengernyit? Tak heran jika kita kelelahan ketika mengerutkan dahi saat suasan hati kita sedang buruk.

  1. Kontak Mata

Bagaimana tindak tanduk kontak mata bisa diinterpretasikan berbeda-beda dari satu budaya dengan budaya lain. Kontak mata langsung dengan audiensi Anda menyajikan berbagai fungsi positif untuk pembicara. Pertama, membangun kontak dengan audiensi. Bagaimana hubungan bisa dibangun jika Anda bahkan tidak melihat mereka? Kedua, kontak mata memelihara perhatian dari audiensi.

Anda tidak perlu melihat mata semua orang anggota audiensi untuk mempertahankan perhatian mereka, tetapi dengan mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan. Lihatlah baris depan, belakang dan samping. Jangan terpaku di salah satu bagaian ruangan saja. Hindari melihat catatan Anda, lantai dan langit-langit. Ketiga, kontak mata adalah cara terbaik menerima umpan balik dari audiensi. Apakah mereka terlihat bosan? Apakah mereka tertarik? Apakah mereka bingung? Semua pertanyaan ini bisa dijawab dengan cepat dan tanpa suara dengan memandang sekilas ke seluruh tangan. Terakhir, kontak mata menunjukkan kejujuran. Pepatah lama mengatakan “Seseorang tak akan melihat mata Anda kalau mereka berbohong” sepertinya juga berlaku dalam berbicara di depan umum.

 

SEMOGA BERMANFAAT!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *