4 Cara Menciptakan Metafora Kompleks dalam NLP

Cara Menciptakan Metafora Kompleks dalam NLP

Cara Menciptakan Metafora Kompleks dalam NLP
Metafora Kompleks dalam NLP

Salah satu ketrampilan penting dan amat berguna untuk dimiliki manusia adalah kemampuan menciptakan metafora dalam berkomunikasi.

Kenapa demikian?

Metafora alias perumpamaan adalah suatu bentuk komunikasi yang menggunakan suatu konsep yang sudah familier untuk menjelaskan konsep lain yang masih belum familier pada pendengar atau kawan bicara. Salah satu bentuk metafora adalah menggunakan kisah untuk memicu perasaan sama bagi pendengar dengan suatu tokoh dan jalan kisah di dalamnya. Mendengarkan kisah ini, lantas orang akan mendapatkan insight pemahaman tertentu, atau inspirasi atas solusi persoalan atau ide kreatif lainnya untuk dilakukan.

Jika Anda cermati, Tuhan menggunakan metafora dari kisah-kisah orang di jaman dulu dan diceritakan dalam bentuk kisah di kitab suci. Jika Tuhan menggunakan cara ini, maka pastilah cara ini powerful untuk kita tiru.

Jadi apakah metafora itu?

Metafora dalam NLP secara umum dapat diartikan sebagai suatu proses chunking aside untuk membuat perbandingan atau hubungan yang mungkin jelas atau “terselubung” di antara antara beberapa hal.

Ada 2 jenis metafora yang sudah dibuat modelnya oleh NLP, jadi kita tinggal mencoteknya saja :

  1. Metafora Sederhana (Simple Metaphor)
  2. Metafora Kompleks (Complex Metaphor)

Menciptakan Metafora Sederhana

Metafora sederhana dikenal dengan istilah lain yakni perumpamaan / ibarat / similarity. Yakni mempermudah pemahaman dengan menggunakan konsep lain yang sudah dipahami. Misal mengumpamakan kehidupan sebagai roda yang berputar. Metafora Sederhana ini berguna untuk menjelaskan hal-hal yang belum bisa dibayangkan dipahami sebelumnya, karena konsepnya belum dimengerti di pikiran. Dalam hal ini, metafor bisa mengambil sifat-sifat tertentu dari suatu hal untuk diterapkan dalam hal lain yang dimaksudkan. Contoh lain metafora sederhana adalah :

“Waktu akan bisa menyembuhkan luka batinmu.”

Perhatikan disini bahwa ‘waktu’ adalah suatu  hal yang tidak mungkin bisa melakukan sesuatu, tapi diberikan ‘suatu kualitas atau kemampuan’ yang seolah-olah mampu melakukan sesuatu. Pikiran sadar mengenali ini sebagai hal yang nggak mungkin, maka pikiran sadar akan mengabaikannya dan membiarkan pikiran bawah sadar yang memprosesnya melalui proses kreatif menciptakan makna. Tiba-tiba terjadi insight : “Oh, aku disuruh beristirahat, dan melakukan aktivitas lain. Sejalan dengan waktu berlalu, kondisi psikologisku akan pulih.”

Nah, karena sifatnya yang unik, metafor bergerak melampaui pikiran sadar, dan bekerja di level bawah sadar. Jadi dengan sendirinya metafora memiliki kekuatan menembus pikiran sadar dan bisa dimanfaatkan untuk memberikan sugesti hipnotik. Metafora  mampu bertindak  mengelabui otak kiri dan pesannya menembus otak kanan dan bawah sadar pendengar.

Menciptakan Metafora Kompleks

Metafora dalam bentuk yang lebih canggih bisa dilakukan dengan cara bercerita. Milton Erikson menggunakan cerita dalam menangani klien-kliennya, cerita merupakan metafora yang kompleks, karena didalamnya bisa dilakukan berbagai manuver untuk mempengaruhi pendengarnya.

Dalam membuat metafora kompleks :

  • Awal   : yaitu cerita yang similar dengan problem dari si Klien.
  • Akhir : yaitu merupakan resolusi problem Klien.
  • Hubungan keduanya : yaitu sumberdaya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan problem.

Cara Menciptakan Metafora Kompleks

Metafora membutuhkan keahlian menggunakan model bahasa hipnotik (Milton Model), pacing, leading, anchoring, trance dan kemampuan menyambung kalimat secara menarik :

  1. Ketahui terlebih dahulu Kondisi Saat Ini (Present State) dari seseorang dan Kondisi Yang Diinginkannya (Desired State). Metafora yang kita buat akan dimanfaatkan menjadi perjalanan cerita diantara kedua state itu.
  2. Sorting bagian-bagian diantara dua kondisi itu, orang-orang, tempat2, objek-objek dari berbagai bagian itu.
  3. Pilih konteks yang sesuai untuk cerita itu, yang akan menarik perhatian dari pendengar itu. Dan ganti semua bagian dari problem dengan hal-hal  lain yang berbeda, namun pertahankan agar hubungannya tetap similar.
  4. Hubungkan cerita itu sehingga memiliki kesamaan bentuk : Kondisi Saat ini –> Sumber Daya –> Penyelesaian (Kondisi Yang Diinginkan).

Misal ada seorang teman mengeluh karena hidupnya harus mengalami tantangan yang keras, dan dia menginginkan perubahan yang akan menghasilkan sesuatu yang lebih istimewa kelak. Anda boleh bereksperimen dengan membuat metafora kompleks sendiri untuk membantu orang itu. Ciptakanlah suatu kisah tertentu, sesuai dengan pedoman yang sudah dijelaskan di atas.

 

SEMOGA BERMANFAAT!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *