Tips Jitu Mengatasi Anak Bicara Kasar

Tips Jitu Mengatasi Anak Bicara Kasar

Tips Jitu Mengatasi Anak Bicara Kasar
Anak Bicara Kasar

Ketika anak berbahasa kasar dan membuat ibu dan bapak marah, meninggalkannya adalah lebih baik dari pada kelepasan memarahi. Hindari terpancing untuk berdebat. Tentunya dengan hal ini saja nanda tidak akan bisa menghentikan perilaku buruk ini. Memberikan pemahaman, membuat kesepakatan tentang aturan bahasa dan konsekuensi pelanggarannya adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan.

Berikut contoh-contoh situasi anak berbahasa kasar

Anak-anak kita yang pintar akan berusaha mendebat kebijakan-kebijakan kita. Ketika mereka mulai mendebat, “Ibu itu bodoh. Pokoknya gak akan nurut kata Ibu”. Seorang ibu membalas kata-kata itu bukanlah tindakan bijak, justru akan memancing kata-kata bernada sama yang tentu akan membuat kita saling menyakiti dengan anak. Anak mendebat, bukan untuk dibalas, tapi untuk disikapi dengan bijak.

Kita harus menggunakan Pengasuhan anak yang benar. Pertama kita harus memahami Anak adalah anugerah, bahwa mereka lahir untuk belajar termasuk belajar berbahasa. Mereka akan menemukan berbagai bahasa, dan kita bertugas membimbing mereka untuk berbahasa baik. Langkah selanjutnya adalah kita harus laksanakan beberapa hal :

1. Redam amarah terutama ketika anak berbahasa kasar karena justru akan membuat anak semakin melawan dan juga bisa menyakiti mereka. Tentunya kalau kita membimbing dengan memarahi, anak kita juga belajar untuk memarah-marahi orang lain. Selanjutnya untuk membuat anak paham tentang perlunya bahasa yang baik.

2. Empati mendengarkan setiap hari. Untuk Ibu Bapak yang bekerja di luar kota silakan gunakan teknik ini untuk membentuk kedekatan dengan anak. Kedekatan yang terbentuk akan meningkatkan kepatuhan anak terhadap arahan kita. Pastikan bila Ibu Bapak pulang untuk melaksanakan langsung langkah ini. Disarankan juga menggunakan teknologi telepon bila belum bisa melaksanakan cara ini secara langsung.

3. Berkomunikasi dengan orang-orang serumah yang berpengaruh pada anak.

4. Berikan pemahaman tentang perlunya berbahasa baik. Buatlah anak nyaman kemudian sampaikan  tentang adanya perbedaan kebiasaan yang mungkin ada, dan perlunya berbahasa baik agar dapat diterima dengan baik oleh orang sekitar kita dan diakhiri dengan pujian anak sholeh, anak yang berbahasa baik, dan sebagainya.

5. Tunjukkan perilaku berbahasa baik selalu di depan anak karena anak adalah peniru ulung.

6. Pujian dimaksudkan dengan memberikan predikat positif yang mendorong anak berbahasa baik, misalnya : Anak sholeh, anak sopan, dan sebagainya. Di sisi lain hilangkan semua predikat negatif antara lain anak nakal, anak bodoh, dan sebagainya.

7. Terapkan konsekuensi untuk menandakan bahwa kita sungguh-sungguh dengan aturan. Bila anak mulai berbahasa kasar, beri konsekuensi negatif. Contoh yang pernah Saya praktekkan adalah ketika anak Saya keceplosan berbahasa kasar, maka mainan kesukaannya akan disimpan di atas lemari dan baru bisa diambil keesokan harinya. Bila Ibu Bapak suka memberikan bintang sebagai reward , bisa juga konsekuensi negatifnya berupa diambil kembali 1 bintang.

 

SEMOGA BERMANFAAT!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *